UNHAS Press kembali memperkaya khazanah literatur akademik dengan menerbitkan buku Manajemen Krisis Strategis: Dari Kesiapan dan Kolaborasi Menuju Daerah Tangguh.
Buku ini diterbitkan melalui kerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin dan mengangkat isu manajemen krisis, kesiapan kelembagaan, kolaborasi, hingga ketahanan daerah secara berkelanjutan.
Buku tersebut ditulis oleh Helen Dias Andhini bersama lima akademisi Universitas Hasanuddin, yakni Abd. Rahman Kadir, Muh. Yunus Amar, Mursalim Nohong, Arifuddin, dan Abd. Razak Munir.
Para penulis memiliki latar belakang yang saling melengkapi. Helen Dias Andhini merupakan praktisi kebencanaan dan peneliti di BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sementara Abd. Rahman Kadir, Muh. Yunus Amar, Mursalim Nohong, Arifuddin, dan Abd. Razak Munir merupakan akademisi FEB Unhas dengan keahlian di bidang manajemen, pemasaran, operasi, keuangan, akuntansi, dan kebijakan organisasi.
Buku ini menawarkan cara pandang bahwa krisis tidak semestinya dipahami hanya sebagai keadaan darurat yang harus ditangani ketika bencana telah terjadi. Kesiapan justru harus dibangun jauh sebelumnya melalui perencanaan, penguatan kelembagaan, kerja sama lintas sektor, serta kemampuan untuk belajar dari berbagai pengalaman.
Di dalamnya dibahas lima unsur yang saling berhubungan, yakni manajemen krisis strategis, kesiapan kelembagaan, tata kelola kolaboratif, pemulihan pascabencana, dan ketahanan berkelanjutan.
Kelima unsur tersebut membentuk satu rangkaian: strategi memberi arah, kesiapan membuat institusi mampu bergerak, kolaborasi menyatukan sumber daya, sementara pemulihan menjadi jalan menuju ketahanan yang lebih kuat.
Salah satu kontribusi penting buku ini adalah keberhasilannya menghubungkan konsep dengan pengalaman lapangan. Sulawesi Tenggara menjadi lokus pembahasan karena wilayah ini menghadapi beragam potensi risiko, mulai dari bencana hidrometeorologi dan geologi hingga persoalan ekologis, di tengah dinamika pembangunan yang terus berlangsung.
Buku ini juga menunjukkan bahwa keberadaan SOP, sistem peringatan dini, pelatihan, posko, maupun struktur satuan tugas belum otomatis membuat sebuah daerah siap menghadapi krisis.
Tantangan justru berada pada kualitas integrasi dan konsistensi implementasi. Kesiapan yang sesungguhnya terlihat ketika organisasi mampu mengambil keputusan dalam waktu terbatas, menggunakan informasi yang tersedia, menjaga layanan publik, serta bekerja bersama banyak pihak.
Pesan penting lainnya adalah bahwa strategi yang baik tidak bekerja sendirian. Strategi harus diterjemahkan menjadi kesiapan institusi dan kolaborasi lintas lembaga.
Dari situlah proses pemulihan dapat berlangsung lebih baik dan pada akhirnya membangun ketahanan jangka panjang. Buku menempatkan pemulihan sebagai titik penting yang mengubah pengalaman menghadapi krisis menjadi pembelajaran dan perbaikan sistem.
Karena itu, pemulihan tidak cukup dipahami sebagai mengembalikan keadaan seperti sebelum bencana. Daerah justru perlu keluar dari krisis dengan sistem yang lebih siap, tata kelola yang lebih baik, koordinasi yang lebih kuat, dan kerentanan yang semakin berkurang.
Perspektif tersebut membuat Manajemen Krisis Strategis relevan tidak hanya bagi akademisi dan mahasiswa, tetapi juga bagi pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, serta relawan.
Buku ini diharapkan menjadi bahan bacaan dan refleksi untuk membangun daerah yang lebih siap, lebih tangguh, dan lebih mampu melindungi masyarakatnya.
Menerbitkan Buku
Unhas Press merupakan penerbit Universitas Hasanuddin yang menjadi wadah penerbitan berbagai karya akademik dan pengetahuan.
Salah satu keunggulannya adalah ekosistem penerbitan akademik yang kuat serta pendampingan kepada penulis mulai dari proses editorial, desain dan tata letak, pengurusan ISBN, pencetakan, hingga distribusi.

Unhas Press juga melayani penerbitan dalam bentuk cetak maupun digital, sehingga karya penulis memiliki peluang menjangkau pembaca yang lebih luas.
Bagi dosen, peneliti, praktisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang memiliki naskah, proses awalnya cukup sederhana. Calon penulis cukup menyiapkan naskah dan menghubungi admin Unhas Press melalui WhatsApp 0823-5552-3119. Tim Unhas Press selanjutnya akan memberikan informasi dan pendampingan hingga naskah siap diterbitkan.
Penerbitan Manajemen Krisis Strategis sekaligus memperlihatkan peran Unhas Press dalam mempertemukan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata.
Buku tidak hanya menjadi dokumentasi ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi medium untuk menerjemahkan penelitian dan pengalaman lapangan menjadi gagasan yang berguna bagi kebijakan, tata kelola, dan masyarakat.








