Mahasiswa
Pendidikan

Unhas Resmi Lepas 5.282 Mahasiswa KKN Gelombang 116 di Baruga AP Pettarani

PELEPASAN KKN - Unhas menggelar Pembekalan Umum dan Pelepasan Mahasiswa KKN Gelombang 116 di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Senin (29/6/2026). (Unhas TV/ Kautsar Ardiansyah)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar acara Pembekalan Umum dan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini diselenggarakan secara langsung di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, pada Senin (29/6/2026).

Prosesi pelepasan ribuan mahasiswa pengabdian ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM(K), serta dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan dosen pendamping.

Dalam arahan resminya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof Ruslin, mengingatkan para mahasiswa bahwa KKN merupakan wadah serta laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk belajar mengadaptasikan diri dari iklim dunia kampus ke tengah-tengah dinamika sosial masyarakat.

"Mudah-mudahan kehadiran kita bisa memberi solusi kepada masyarakat, dan ingat, masyarakat juga saat ini sudah semakin kritis. Mereka pasti memberi selalu asupan, masukan-masukan. Terima apa yang mereka berikan, dan insyaallah KKN ini akan memberi manfaat yang sebesar-besarnya," ujar Prof Ruslin.

Ia juga memotivasi para mahasiswa dengan mengulas rekam jejak kesuksesan gelombang KKN sebelumnya untuk diteruskan oleh para peserta gelombang terbaru ini. 

"Cerita-cerita KKN gelombang-gelombang sebelumnya, gelombang 115, 114, itu punya cerita yang sangat indah, punya cerita yang sangat luar biasa kepada masyarakat, kepada pemerintah," jelas Guru Besar FKG Unhas itu.

"Mudah-mudahan mahasiswa KKN di gelombang 116 juga ini punya cerita indah, punya cerita yang luar biasa yang masyarakat terus nanti-nantikan," lanjutnya penuh harapan.

Lebih lanjut, Prof. Ruslin memberikan peringatan keras terkait etika bermedia sosial di lokasi pengabdian. Beliau mengimbau agar mahasiswa berhati-hati dan bijak dalam mengunggah konten digital agar tidak memicu protestasi warga, berkaca dari kejadian di institusi luar.



PELEPASAN KKN - Sejumlah mahasiswi mengikuti Pembekalan Umum dan Pelepasan Mahasiswa KKN Gelombang 116 di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Senin (29/6/2026). (Unhas TV/ Kautsar Ardiansyah)


"Saya reminder, ada KKN sebelumnya tapi bukan Unhas, di tempat lain, di pulau lain. Mereka datang ke lokasi KKN tapi karena zaman sekarang zaman medsos, zaman TikTok, dia foto-foto semua apa yang tidak sesuai dengan keinginan mahasiswa KKN terus di-upload ke mana-mana, akhirnya masyarakat protes," cerita Prof Ruslin.

"Terpaksa kebijakan kampus, mahasiswa KKN tersebut ditarik. Dan itu bukan di Unhas ya, itu di luar. Ini hanya mereminder kepada teman-teman semua, apa yang ada di masyarakat terima seperti itu," tegasnya mengingatkan.

Sementara itu, Direktur Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Unhas, Ir Sahriyanti Saad SHut MSi PhD dalam sambutan laporannya memaparkan data operasional pelaksanaan KKN Gelombang 116 secara mendetail.

Ia mengonfirmasi bahwa total partisipan pada gelombang kali ini mencatatkan angka terbesar sepanjang sejarah pengelolaan KKN di Unhas.

"Untuk memastikan pelaksanaan KKN berjalan dengan baik, Universitas Hasanuddin membangun struktur pengelolaan yang melibatkan berbagai unsur," ujarnya.

"Pengelolaan KKN berada di bawah koordinasi Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, dan struktur ini menunjukkan bahwa KKN bukan hanya tanggung jawab pada satu unit, melainkan kerja kolaboratif universitas," jelansya.

Sejalan dengan itu, kolaborasi itu dilakukan untuk memastikan mahasiswa memperoleh pendampingan yang baik dan program berjalan secara terarah.

"Secara keseluruhan, KKN Gelombang 116 melibatkan 5.282 mahasiswa. Ini yang terbanyak di sepanjang pengelolaan KKN," papar Sahriyanti Saad.

Sahriyanti merincikan bahwa total 5.282 mahasiswa tersebut akan didampingi secara melekat oleh 205 Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) yang tersebar di berbagai wilayah.

Wilayah tersebut meliputi delapan negara tujuan penempatan internasional, dua provinsi (Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat), 23 kabupaten/kota, 135 kecamatan, serta 613 desa/kelurahan yang akan bertindak sebagai posko induk mahasiswa.

Pada Gelombang 116 ini, Unhas mengelola total 27 fokus tematik yang dikerucutkan ke dalam empat skema utama pengabdian. 

"Kita mengelola 27 tematik dengan empat skema utama khusus untuk Gelombang 116, yaitu inovasi daerah, kolaborasi institusi, jejaring internasional, dan juga skema khusus," pungkasnya menjelaskan arah program kerja ke depan.

(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)