Sport

Vinicius Jr Bungkam Benfica, Ulangi Selebrasi Kontroversial

GOL KEMENANGAN - Striker Vinicius Jr mencetak gol kemenangan Real Madrid ke gawang Benfica sama seperti di leg pertama di Stadion Santiago Bernabeau, Madrid, Kamis (26/2/2026) dini hari. (the sun/getty)

MADRID, UNHAS.TV - Real Madrid memastikan langkah ke babak 16 besar Liga Champions setelah menundukkan Benfica 2-1 di Santiago Bernabeu, Kamis dini hari WIB. Kemenangan di leg kedua babak play-off itu membuat Los Blancos unggul agregat 3-1.

Gol penentu datang dari Vinicius Junior pada menit akhir. Penyerang asal Brasil itu bukan hanya memastikan kemenangan, tetapi juga mengulang selebrasi yang memicu polemik pada pertemuan pertama di Lisbon.

Di laga sebelumnya, selebrasi tariannya di depan publik tuan rumah disebut diikuti dugaan ujaran rasial dari gelandang Argentina Benfica, Gianluca Prestianni.

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, bahkan sempat menyiratkan bahwa Vinicius “mengundang” reaksi tersebut lewat aksinya. Pernyataan itu menuai kritik.

Kali ini, di Bernabeu, selebrasi yang sama disambut sorak-sorai pendukung Madrid. Tidak ada cemooh. Hanya kelegaan.

Mourinho sendiri tak mendampingi timnya di tepi lapangan. Ia menjalani larangan satu pertandingan akibat kartu merah pada leg pertama.

Pelatih berjuluk The Special One itu dilaporkan menyaksikan laga dari bus tim. Tanpa kehadirannya di bangku cadangan, Benfica kehilangan figur sentral dalam mengatur ritme permainan.

Madrid sebenarnya tampil pincang. Top skor mereka, Kylian Mbappe, absen karena cedera lutut. Pelatih Alvaro Arbeloa mengindikasikan sang penyerang akan menepi lebih dari beberapa hari.

Sementara itu babak berikutnya tinggal dua pekan lagi. Rodrygo juga tidak tampil, membuat lini depan Madrid kehilangan daya dobrak.



Statistik Pertandingan Real Madrid vs Benfica. (the sun)

Situasi itu sempat dimanfaatkan Benfica. Tim tamu membuka keunggulan lebih dulu. Vangelis Pavlidis lolos di sisi kanan dan mengirim umpan rendah yang membentur Raul Asencio. Kiper Thibaut Courtois sempat melakukan penyelamatan jarak dekat, tetapi bola muntah disambar Rafa Silva menjadi gol.

Bernabeu mendadak sunyi. Namun respons Madrid cepat. Dua menit berselang, kapten Fede Valverde menusuk dari kanan dan mengirim umpan tarik kepada Aurelien Tchouameni.

Gelandang Prancis itu melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti. Bola bersarang di pojok gawang. Itu gol pertamanya di Liga Champions musim ini.

Gol Arda Guler Dianulir

Madrid sempat mengira telah berbalik unggul ketika Arda Guler mencetak gol pada menit ke-30. Namun VAR membatalkannya karena offside dalam proses serangan. 

Benfica tak menyerah. Richard Rios melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, memaksa Courtois melakukan penyelamatan gemilang. Di sisi lain, Trent Alexander-Arnold hampir mencetak gol lewat sepakan mendatar yang melintas tipis di tiang jauh.

Tim tamu nyaris menyamakan kedudukan pada babak kedua. Sepakan tumit Rafa Silva yang terdefleksi membentur mistar. Keberuntungan belum berpihak pada wakil Portugal itu.

Ketegangan baru terurai menjelang akhir laga. Vinicius berlari meninggalkan Nicolas Otamendi, mengejar umpan terobosan, lalu menaklukkan Anatoliy Trubin dengan sepakan rendah. Gol itu memastikan kemenangan sekaligus mematikan perlawanan Benfica.

Madrid lolos, tetapi performa mereka jauh dari meyakinkan. Tanpa sejumlah pemain kunci, permainan mereka tampak rapuh. Jika harus menghadapi Manchester City di babak berikutnya, seperti yang berpotensi terjadi, pasukan Arbeloa perlu tampil lebih solid.

Ambisi menambah koleksi 15 trofi Liga Champions belum sepenuhnya tercermin dari permainan mereka kali ini. Namun di kompetisi seperti ini, hasil akhir kerap lebih penting daripada penampilan.

Bagi Benfica, perjalanan berakhir dengan getir. Mereka sempat melihat celah untuk menjatuhkan raksasa Spanyol itu. Namun keberuntungan yang menyertai dalam dua pertemuan sebelumnya seolah habis.

Dan pada akhirnya, Vinicius berdiri sebagai penentu. Dengan gol. Dengan selebrasi. Dengan kemenangan. (*)