Internasional

Warga Sipil Kembali Tertembak Petugas, Picu Kemarahan di AS

MAKASSAR, UNHAS.TV - Seorang warga sipil kembali terbunuh oleh aparat keamanan di Minneapolis dan menambah jumlah korban atas tindakan aparat. Peristiwa ini mengakibatkan atas tewasnya Renee Nicole Good oleh aparat petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (US Immigration and Custom Enforcement, ICE).

Kali ini terjadi atas Alex Pretti yang terbunuh oleh petugas Patroli Perbatasan di Minneapolis pada Sabtu pekan lalu. Alex Pretti dikeroyok lalu tertembak ketika sudah tersungkur.

Namun Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Direktur FBI Kash Patel menyatakan Alex Pretti tertembak karena melawan petugas. Noem juga menyebut bahwa Alex Pretti membawa senjata ketika berhadapan dengan sekelompok petugas. 

Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller juga menyebutkan Alex Pretti mencoba membunuh petugas. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance bahkan menyatakan, Alex Pretti berniat melukai petugas dengan dampak yang fatal.

Pernyataan yang menyudutkan korban ini ternyata sama sekali bertentangan dengan video yang beredar di media sosial. Dari video itu, Alex Pretti tidak membawa senjata apapun.

Ia hanya membawa telepon seluler dan merekam kejadian saat aparat bertindak kepada warga sipil lainnya. Sikap Alex Pretti ini ternyata membuat petugas marah sehingga petugas mendekati dan mengerubuti Alex Pretti.

Analisa video yang dilakukan oleh CNN juga memperlihatkan bagaimana tindakan aparat bertentangan dengan pernyataan sekelompok pejabat di pemerintahan Donald Trump.

Orangtua Alex Pretti menegaskan semua pernyataan pejabat itu penuh kebohongan. "Ini kebohongan yang paling menyakitkan dan menjijikkan," ujarnya. Pada wawancara dengan stasiun televisi, orangtua Alex Pretti juga menyesalkan tindakan pemerintah yang tidak memberikan perlakukan yang wajar padahal Alex Pretti adalah perawat di Dinas Veteran.

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ikut mengecam tindakan aparat kepada warga sipil. Kecamatan berbentuk pernyataan panjang yang dimuat di akun X itu menegaskan bahwa tindakan ini melukai nilai-nilai bangsa Amerika Serikat.

"Pembunuhan atas Alex Pretti adalah tragedi paling menyakitkan. Ini seharusnya juga jadi alarm untuk seluruh warga Amerika Serikat bangkit untuk bersatu. Saya memahami petugas keamanan dan imigrasi setiap hari melaksanakan tugas berat namun tindakan mereka seharusnya berpijak pada prinsip kolaborasi dan bukan mengedepankan perlawanan," tulisnya.