Kesehatan

Waspadai Kebutuhan Gizi Saat Puasa Intermiten di Bulan Ramadhan

MAKASSAR, UNHAS.TV - Sebagian orang memanfaatkan waktu puasa untuk menurunkan berat badan hanya dengan sekali makan yakni hanya pada waktu berbuka atau sahur. Namun, apakah kebiasaan ini baik untuk kesehatan tubuh?

Meski puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus, tetapi ada kalangan yang memanfaatkan momen puasa untuk menurunkan berat badan. Caranya, hanya dengan makan sekali saja sehari yakni pada saat sahur atau ketika sedang berbuka saja.

Kebiasaan puasa hanya makan sekali sehari ini dikenal dengan istilah diet Omad atau One Meal A Day. Ini merupakan diet ketat yang melibatkan puasa selama 23 jam sehari dan termasuk jenis puasa intermiten.

Menurut dokter spesialis gizi klinik Unhas Dr dr A Yasmin Syauki MSc GK(K), jika berdasarkan aspek gizi makan seseorang dengan kebiasaan seperti ini selama puasa maka kebutuhan gizi mereka tidak akan terpenuhi, terutama energi, protein, vitamin, dan mineral.

Demi memenuhi kebutuhan gizi selama berpuasa, maka perlu untuk memodifikasi waktu makan. Jika di luar Ramadan, seorang biasanya makan tiga kali sehari sementara saat berpuasa, makan hanya dua kali sehari.

Pada saat berpuasa, seseorang memiliki waktu lebih sedikit menambah energi sehingga penting mencari sela waktu untuk memperbanyak nutrisi agar tidak ada kekurangan gizi. Salah satu dampak jika hanya makan sekali saat puasa adalah gula darah menurun karena cadangan energi yang kurang.

Dokter Yasmin menyarankan seseorang yang mengikuti diet ini perlu memastikan mereka mendapatkan porsi protein yang baik dan banyak sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan beberapa buah selama satu kali sehari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.(*)

Zulkarnaen Jumar Taufik (Unhas TV)