Pendidikan

Yusran Lalogau dan Denyut Kepemimpinan Alumni Perikanan Unhas

Kehadiran Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. menjadi energi moral yang kuat bagi M. Yusran Lalogau dalam Mubes V IKA Perikanan Unhas, menegaskan dukungan besar kampus terhadap konsolidasi alumni untuk masa depan perikanan Indonesia. (Foto: Dok.Pribadi). Kehadiran Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. menjadi energi moral yang kuat bagi M. Yusran Lalogau dalam Mubes V IKA Perikanan Unhas, menegaskan dukungan besar kampus terhadap konsolidasi alumni untuk masa depan perikanan Indonesia. (Foto: Dok.Pribadi).

MAKASSAR,UNHAS.TV— Malam itu di Gedung FIKP Universitas Hasanuddin terasa hangat oleh kebersamaan ketika nama M. Yusran Lalogau kembali disepakati secara aklamasi sebagai Ketua Umum IKA Perikanan Unhas periode 2025–2029 dalam Musyawarah Besar V yang digelar Sabtu, 2 Mei 2026.

Keputusan itu tidak sekadar hasil forum, melainkan cerminan kepercayaan panjang yang lahir dari lintas generasi alumni yang berkumpul dengan satu semangat yang sama.

Dari angkatan 1980-an hingga 2000-an, suara-suara yang berbeda usia dan pengalaman itu melebur menjadi satu, menghadirkan kesepakatan yang terasa begitu bulat dan tulus.

Dengan penuh keyakinan, M. Yusran Lalogau menyampaikan sambutan sebagai Ketua Umum terpilih IKA Perikanan Unhas, membawa harapan baru tentang kebersamaan alumni yang bergerak nyata untuk masa depan perikanan Indonesia. (Foto: Dok.Pribadi).
Dengan penuh keyakinan, M. Yusran Lalogau menyampaikan sambutan sebagai Ketua Umum terpilih IKA Perikanan Unhas, membawa harapan baru tentang kebersamaan alumni yang bergerak nyata untuk masa depan perikanan Indonesia. (Foto: Dok.Pribadi).


“Semua perwakilan angkatan yang hadir sepakat Yusran Lalogau kembali jadi ketua IKA Perikanan Unhas,” ujar Mursalim dengan nada yang mencerminkan keyakinan kolektif.

Harapan pun mengalir pelan namun pasti, ketika Mursalim menyebut bahwa kepemimpinan ini diharapkan mampu menjadikan IKA semakin inklusif dan benar-benar menggerakkan potensi besar alumni di berbagai lini kehidupan.

Organisasi alumni, dalam pandangan itu, tidak lagi sekadar ruang temu nostalgia, tetapi telah bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang mampu memberi dampak nyata.

Dalam langkah ke depan, Yusran akan didampingi oleh seorang ketua harian yang akan memastikan setiap program strategis berjalan dengan ritme yang terukur dan berkelanjutan.

Suasana hangat penuh keakraban terasa saat M. Yusran Lalogau berbaur dan berdialog langsung dengan para alumni dalam Mubes V IKA Perikanan Unhas, menegaskan bahwa kekuatan organisasi lahir dari kedekatan, kebersamaan, dan semangat saling menguatkan. (Foto: Dok.Pribadi).
Suasana hangat penuh keakraban terasa saat Prof.JJ dan M. Yusran Lalogau berbaur dan berdialog langsung dengan para alumni dalam Mubes V IKA Perikanan Unhas, menegaskan bahwa kekuatan organisasi lahir dari kedekatan, kebersamaan, dan semangat saling menguatkan. (Foto: Dok.Pribadi).


Saat berdiri memberikan sambutan, Yusran tidak hanya berbicara sebagai seorang pemimpin, tetapi sebagai bagian dari perjalanan panjang yang pernah ia lalui bersama almamaternya.

“Terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama selama ini, mari kita sama-sama majukan Perikanan Indonesia,” ucapnya dengan nada yang sederhana namun sarat makna.

Ia kemudian menegaskan bahwa kolaborasi lintas angkatan adalah kunci, karena dari pertemuan pengalaman dan gagasan itulah masa depan dapat dirancang dengan lebih kokoh.

Bagi Yusran, IKA bukan sekadar organisasi, melainkan ruang hidup yang mempertemukan cerita, perjuangan, dan harapan dari para alumni yang datang dari latar belakang yang beragam.

Dalam bingkai kebersamaan yang hangat, M. Yusran Lalogau berfoto bersama para alumni lintas generasi usai Mubes V IKA Perikanan Unhas, merekam satu momen sederhana yang menyimpan harapan besar tentang persatuan, kolaborasi, dan masa depan perikanan Indonesia yang lebih kuat. (Foto: Dok.Pribadi).
Dalam bingkai kebersamaan yang hangat, M. Yusran Lalogau berfoto bersama para alumni lintas generasi usai Mubes V IKA Perikanan Unhas, merekam satu momen sederhana yang menyimpan harapan besar tentang persatuan, kolaborasi, dan masa depan perikanan Indonesia yang lebih kuat. (Foto: Dok.Pribadi).


Namun di balik itu semua, ada kegelisahan yang ia simpan sejak masa mahasiswa, ketika ia menyaksikan sendiri bagaimana sebagian rekannya harus berjuang keras secara ekonomi untuk tetap bertahan di bangku kuliah.

Kenangan itu kini menjelma menjadi komitmen, bahwa IKA harus hadir sebagai solusi yang nyata bagi mahasiswa, bukan sekadar simbol kebersamaan yang indah di permukaan.

“IKA harus bisa merasakan dan memberi solusi atas permasalahan adik-adik mahasiswa, saya sepakat dengan adanya program dana abadi dari alumni,” tegasnya dengan penuh kesungguhan.

Momen penuh makna saat M. Yusran Lalogau menyampaikan komitmennya di hadapan alumni dalam Mubes V IKA Perikanan Unhas 2026, menegaskan bahwa kebersamaan bukan sekadar kenangan, melainkan kekuatan untuk membangun masa depan perikanan Indonesia yang berkelanjutan. (Foto: Dok.Pribadi).
Momen penuh makna saat M. Yusran Lalogau menyampaikan komitmennya di hadapan alumni dalam Mubes V IKA Perikanan Unhas 2026, menegaskan bahwa kebersamaan bukan sekadar kenangan, melainkan kekuatan untuk membangun masa depan perikanan Indonesia yang berkelanjutan. (Foto: Dok.Pribadi).


Gagasan dana abadi itu pun hadir bukan sebagai wacana kosong, melainkan sebagai harapan baru yang dapat menopang masa depan mahasiswa yang membutuhkan.

Mubes V sendiri berlangsung dalam suasana yang lebih dari sekadar formalitas, karena setiap sudut kegiatan dipenuhi tawa, cerita lama, dan semangat kebersamaan yang kembali dipertemukan.

Lomba domino, futsal, kuliah umum, ramah tamah, jalan santai, hingga forum temu alumni pengusaha menjadi simpul-simpul yang merajut kembali ikatan yang mungkin sempat renggang oleh waktu.

Pada akhirnya, pertemuan ini tidak hanya mengukuhkan kepemimpinan, tetapi juga mengingatkan bahwa kekuatan sejati alumni terletak pada kemauan untuk kembali memberi, kepada kampus, kepada mahasiswa, dan kepada masa depan perikanan Indonesia yang lebih berdaya.(*)