MAKASSAR, UNHAS.TV – Dua mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin berpartisipasi dalam program student exchange yang diinisiasi Fakultas Kedokteran Gigi Unhas bersama Universitas Okayama, Jepang.
Selain FKM, kegiatan ini juga diikuti mahasiswa dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Keperawatan, serta Fakultas Kedokteran Gigi Unhas.
Program pertukaran berlangsung sejak 1 hingga 22 Juli 2025 secara virtual, dengan agenda diskusi lintas budaya, pendidikan, dan isu kesehatan. Rangkaian kegiatan resmi ditutup pada Selasa, 26 Agustus 2025, di Ruang Kuliah Magister (S2) Fakultas Kedokteran Gigi Unhas.
Sebanyak empat kelompok mahasiswa mempresentasikan hasil diskusi mereka. Tiap kelompok terdiri atas empat mahasiswa—dua dari Unhas dan dua dari Universitas Okayama.
Materi yang disampaikan meliputi perbedaan budaya, kehidupan sehari-hari, hingga sistem pendidikan antara Indonesia dan Jepang.
Salah satu mahasiswa FKM Unhas, Nur Aura Syafrawa Rifai, mengangkat isu stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di Indonesia.
Menurutnya, pertemuan lintas kampus ini memberikan ruang untuk berbagi perspektif dan mencari solusi bersama, mengingat Jepang berhasil menekan angka stunting melalui kebijakan gizi seimbang.
Presentasi mahasiswa disaksikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, drg Irfan Sugianto MMed Ed PhD, perwakilan dosen dari Universitas Okayama, para wakil dekan, ketua Gugus Penjaminan Mutu, tutor dari tiap kelompok, serta staf fakultas.
Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni FKM Unhas, Prof Anwar Mallongi SKM MSc PhD menyebut program ini sebagai peluang emas bagi mahasiswa. “Selain memberi pengalaman lintas budaya, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi akademik di masa depan,” ujarnya.
Dekan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi SKM MKes MScPH PhD dalam kesempatan terpisah mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa FKM dalam program pertukaran yang sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.
“Kami berterima kasih kepada pihak penyelenggara yang telah memberi kesempatan kepada mahasiswa FKM untuk ikut serta.
"Harapannya, kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga memberi ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk menambah wawasan, berbagi pengetahuan, serta membangun jejaring global,” kata Prof. Sukri.
Dari pihak mitra, Prof. Toshihiro Iguchi dari Universitas Okayama menyampaikan harapan agar kerja sama akademik ini mempererat hubungan diplomatik Indonesia–Jepang. Ia menambahkan, Universitas Okayama menantikan kunjungan kembali ke Unhas pada kesempatan mendatang.
“Kami sangat mengapresiasi keramahan masyarakat Indonesia dan pengalaman berharga yang kami dapatkan selama program ini,” ujar Iguchi.
Keterlibatan mahasiswa FKM Unhas dalam pertukaran internasional ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi.
Secara khusus, program ini selaras dengan IKU 2 (mahasiswa memperoleh pengalaman di luar kampus) dan IKU 6 (program studi menjalin kerja sama dengan mitra internasional).
Dengan begitu, manfaat program tak hanya dirasakan pada peningkatan kapasitas mahasiswa, tetapi juga berkontribusi pada reputasi internasional Unhas.
Lebih jauh, tema diskusi yang diangkat, termasuk isu stunting, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini beririsan dengan SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk menumbuhkan kepedulian global terhadap isu kesehatan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan berakhirnya program pertukaran, dua mahasiswa FKM Unhas tak hanya membawa pengalaman akademik, tetapi juga jejaring internasional yang menjadi bekal untuk berkontribusi lebih luas.
Bagi Unhas, keikutsertaan mereka menjadi langkah kecil namun strategis menuju penguatan reputasi sebagai universitas dengan jangkauan global. (*)