UNHAS.TV – Bagi mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin angkatan 2023, Ananda Ratu Azzarah, sebuah vision board bukan sekadar kumpulan gambar estetik di layar ponsel.
Melalui metode manifestasi visual ini, Ratu berhasil mengubah deretan keinginan menjadi rentetan prestasi nyata sepanjang tahun 2025.
Papan impian yang ia jadikan sebagai wallpaper ponsel tersebut berfungsi sebagai kompas harian yang menjaga fokusnya tetap pada tujuan.
Meski awalnya hanya sebagai bentuk harapan, ia tak menyangka bahwa hampir seluruh target yang ia sematkan berhasil terealisasi.
"Jujur, waktu membuat ini saya cuma berpikir bahwa apa yang saya masukkan di sini adalah manifestasi untuk satu tahun ke depan," kata Ratu.
"Kalaupun tidak terimplementasi atau ada yang kurang, itu tidak apa-apa, karena setiap orang punya kapasitas berbeda. Tapi alhamdulillah, semenjak dijadikan wallpaper, betul-betul apa yang saya kerjakan itu basisnya ke sini," ujarnya.
Pencapaian yang diraih Ratu terbilang luar biasa. Ia berhasil menembus target menjadi pembicara (speaker) di lebih dari 10 tempat berbeda.
Tak hanya itu, ia juga merasakan keajaiban manifestasi saat iseng memasukkan gambar tiket ke Osaka, Jepang, di papan impiannya.
"Ini ada yang unexpected, aku iseng masukin tiket ke Osaka, Jepang, tiba-tiba saya lulus program dari International Office Unhas, namanya UnhasKu. Meskipun saya tidak ke Jepang, tapi relasi internasionalnya saya dapat karena mahasiswa Jepang yang ke Makassar.
"Satu lagi, saya iseng memasukkan gambar iPad tanpa rencana membeli, tiba-tiba bisa terbeli dari hasil uang 'ngonten'. Kita harus percaya apa yang kita masukkan di sini bisa terealisasi," tambahnya antusias.
Strategi Plotting dan Langkah Kecil
Agar vision board tidak sekadar menjadi tumpukan gambar tanpa arah, Ratu menekankan pentingnya strategi dalam penyusunannya. Berdasarkan evaluasi pribadinya, ia menyarankan agar pembuatannya harus spesifik dan memiliki skala prioritas.
"Tips dari aku, pertama set goals dulu dalam skop besar sekitar 2-3 tujuan utama, lalu coba diplot bagaimana kira-kira cara supaya sampai ke situ.
"Dari evaluasi saya, jangan memasukkan terlalu banyak hal yang tidak spesifik karena kita akan bingung mau capai yang mana," jelas Ratu.
Ia menyarankan agar tujuan besar tersebut dikelilingi oleh gambar kegiatan penunjang yang lebih kecil dan realistis. Baginya, kunci utama dari manifestasi adalah kesadaran bahwa keberhasilan besar tidak datang secara instan.
"Jangan langsung berharap hasil besarnya saja, tapi harus ada plot-plot kecil. Selain mengingat hal-hal besar, kita harus sadar bahwa sesuatu yang besar itu selalu berawal dari hal kecil," pungkasnya.
(Amina Rahma Ahmad / Unhas.TV)
mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin angkatan 2023, Ananda Ratu Azzarah. (dok unhas tv)


 Ramadhan SSos MAdm SDA-300x169.webp)
-300x159.webp)




