Mahasiswa
Pendidikan
Sosial

22 Calon Mahasiswa Ikuti Asesmen Lanjutan Jalur Afirmasi Disabilitas Unhas 2026

ASESMEN LANJUTAN - Calon mahasiswa baru ditemani orangtua atau wali mengikuti asesmen lanjutan bagi peserta jalur afirmasi disabilitas tahun 2026 di Aula LPMPP, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini dilakukan oleh Pusat Disabilitas Unhas. (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)

MAKASSAR, UNHAS.TV — Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar asesmen lanjutan bagi peserta jalur afirmasi disabilitas tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Disabilitas Unhas itu berlangsung di Aula LPMPP, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (8/6/2026).

Sebanyak 22 bakal calon mahasiswa mengikuti tahapan ini setelah dinyatakan memenuhi syarat administrasi. Mereka merupakan peserta yang lolos dari proses pemeriksaan berkas pendaftaran sebelumnya. Asesmen lanjutan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pada 8 hingga 9 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri afirmasi disabilitas. Melalui tahapan tersebut, universitas berupaya memastikan kesiapan peserta, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dukungan akademik dan aksesibilitas selama masa studi.

Pada hari pertama, peserta hadir bersama orang tua atau wali untuk mengikuti orientasi kampus inklusif. Dalam sesi itu, mereka mendapat penjelasan mengenai lingkungan belajar, fasilitas aksesibilitas, serta layanan pendukung yang tersedia bagi penyandang disabilitas di Unhas.

Setelah orientasi, peserta mengikuti verifikasi dokumen asli dan wawancara bersama tim asesmen. Proses wawancara diarahkan untuk melihat potensi akademik, motivasi belajar, kemandirian, serta bentuk dukungan yang dibutuhkan setiap peserta ketika menempuh pendidikan tinggi.

Ketua Pusat Disabilitas Unhas Dr Ishak Salim SIP MA mengatakan asesmen ini merupakan tahap kedua dalam penerimaan mahasiswa baru jalur afirmasi disabilitas. Menurut dia, proses seleksi administrasi telah dilakukan terhadap sekitar 30 pendaftar.



Ketua Pusat Disabilitas Unhas Dr Ishak Salim SIP MA. (Unhas TV?Zahra Tsabita Sucheng)


“Dari kurang lebih 30-an pendaftar, ada 22 yang memenuhi syarat berkas untuk lanjut ke tahap wawancara. Hari ini adalah tahap wawancara,” kata Ishak di Kampus Unhas Tamalanrea.

Ishak menjelaskan, setelah mengikuti asesmen, peserta akan memperoleh sertifikat asesmen disabilitas. Sertifikat tersebut menjadi salah satu dokumen yang digunakan untuk melanjutkan proses pendaftaran dan seleksi di tingkat universitas.

Setelah itu, peserta masih akan mengikuti tahapan berikutnya, termasuk seleksi di tingkat rektorat dan wawancara oleh fakultas atau departemen tujuan.

Tahun ini, Unhas menyediakan 10 kuota untuk jalur afirmasi disabilitas. Namun, Pusat Disabilitas berharap jumlah tersebut dapat bertambah menjadi 15 kuota. Usulan penambahan kuota itu masih menunggu keputusan dari pihak universitas.

Jalur afirmasi disabilitas Unhas membuka kesempatan bagi peserta untuk memilih sejumlah fakultas. Di antaranya Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kedokteran, serta beberapa fakultas lain.

Menurut Ishak, program afirmasi disabilitas menjadi salah satu langkah Unhas memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif.

Program ini juga memberi ruang yang lebih setara bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas untuk melanjutkan studi sesuai minat dan kemampuan akademik mereka.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)