Mahasiswa

Peduli Literasi Al-Qur’an, Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 Terapkan Sistem Roadshow Mengaji di Desa Bonto Loe

Suasana pendampingan belajar mengaji oleh Mahasiswa KKN Unhas di Mushalla An-Nur, Dusun Bangkala Loe, Rabu, 7 Januari 2026. Suasana pendampingan belajar mengaji oleh Mahasiswa KKN Unhas di Mushalla An-Nur, Dusun Bangkala Loe, Rabu, 7 Januari 2026.

BANTAENG, UNHAS.TV – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 yang bertugas di Desa Bonto Loe, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, meluncurkan program bertajuk Edukasi Dasar-Dasar Membaca Al-Qur’an Melalui Metode Iqro sebagai ikhtiar memperkuat literasi Al-Qur’an anak-anak desa.

Program tersebut digagas sebagai respons atas kebutuhan nyata di lapangan untuk meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an di kalangan anak-anak yang selama ini belum mendapatkan pendampingan belajar secara konsisten.

Inisiator program, Khairu Almughni Turungku, mahasiswa Program Studi Sastra Arab Unhas, menjelaskan bahwa gagasan ini lahir dari hasil observasi lapangan yang dilakukan selama sepekan pertama masa KKN.

Menurut Khairu, Desa Bonto Loe memiliki potensi santri yang besar karena tersebar di empat dusun yang masing-masing memiliki masjid atau mushalla sebagai pusat kegiatan keagamaan.

Namun demikian, ia menilai aktivitas mengaji di desa tersebut kerap tidak berjalan optimal karena keterbatasan waktu guru mengaji setempat yang harus membagi peran sebagai petani maupun pekerja di luar desa.

Kondisi tersebut berdampak pada masih ditemukannya anak-anak usia akhir sekolah dasar yang belum menamatkan Iqro’, bahkan sebagian masih berada pada jilid awal pembelajaran.

Suasana pendampingan belajar mengaji oleh Mahasiswa KKN Unhas di Mushallah Nurul Khaerat, Dusun Kasisang (Jum'at, 2 Januari 2026).
Suasana pendampingan belajar mengaji oleh Mahasiswa KKN Unhas di Mushallah Nurul Khaerat, Dusun Kasisang (Jum'at, 2 Januari 2026).


Untuk menjawab tantangan itu, mahasiswa KKN Unhas menerapkan sistem rotasi jadwal atau jemput bola dengan mendatangi langsung lokasi-lokasi mengaji di setiap dusun secara bergiliran.

Empat titik kegiatan yang menjadi sasaran program ini meliputi Mushallah Nurul Khaerat di Dusun Kasisang, Masjid Nurul Amin di Dusun Bungung Bale, Mushallah An-Nur di Dusun Bangkala Loe, serta Masjid Al-Ikhlas di Dusun Parangtala.

Kegiatan mengaji dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat, mulai selepas salat Maghrib hingga menjelang waktu Isya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN tidak mengambil alih peran guru mengaji lokal, melainkan hadir sebagai mitra pendamping dengan pendekatan privat atau one-on-one agar bacaan anak-anak dapat dipantau secara lebih intensif.

Khairu menegaskan bahwa berdasarkan catatan pelaksanaan di lapangan, program "Edukasi Dasar-Dasar Membaca Al-Qur’an Melalui Metode Iqro" telah berlangsung sejak 2 Januari hingga 7 Januari di berbagai masjid sebagai tahap awal penguatan fondasi membaca Al-Qur’an.

Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penguasaan huruf hijaiyah, tetapi juga diarahkan sebagai upaya membangun karakter religius generasi muda desa.

Di tengah derasnya arus teknologi dan penggunaan gawai pada anak-anak, Khairu menilai penguatan fondasi spiritual menjadi kebutuhan mendesak agar nilai-nilai keagamaan tetap terjaga.

Suasana pendampingan belajar mengaji oleh Mahasiswa KKN Unhas di Masjid Nurul Amin, Dusun Bungung Bale , Senin, 5 Januari 2026.
Suasana pendampingan belajar mengaji oleh Mahasiswa KKN Unhas di Masjid Nurul Amin, Dusun Bungung Bale , Senin, 5 Januari 2026.


Program tematik Inovasi Daerah ini pun mendapat sambutan positif dari tokoh agama dan masyarakat Desa Bonto Loe yang melihat langsung meningkatnya semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan mengaji.

Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran anak-anak yang konsisten mengikuti pembelajaran serta menjadikan mahasiswa KKN sebagai teman belajar dan berdiskusi.

Melalui program intensif yang direncanakan berlangsung sepanjang Januari 2026 ini, mahasiswa KKN Unhas berharap anak-anak Desa Bonto Loe mampu mengenal, memahami, dan membaca huruf hijaiyah dengan baik sebagai bekal utama dalam mempelajari Al-Qur’an secara berkelanjutan. (*)