MAKASSAR, UNHAS.TV - Sebanyak 291 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin membawa temuan dari lapangan ke ruang publik melalui Expo Praktik Belajar Lapangan Analisis Masalah Kesehatan Masyarakat (PBL I), Kamis (20/8/2026).
Kegiatan di Pelataran FKM Unhas itu menjadi ajang mahasiswa memaparkan hasil identifikasi masalah kesehatan masyarakat yang mereka temukan selama menjalani pembelajaran lapangan.
Para mahasiswa dibagi dalam 42 posko. Setiap kelompok menampilkan gambaran kondisi masyarakat, temuan kesehatan, serta pengalaman selama melakukan pengumpulan data di wilayah masing-masing.
Temuan itu disajikan dalam bentuk stan yang dirancang untuk menarik perhatian sekaligus memudahkan pengunjung memahami persoalan yang ditemukan.
Expo dihadiri Dekan FKM Unhas Ansariadi, Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Ketua Pengelola PBL I, para supervisor, serta tim pengelola PBL I.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi, pembukaan, pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Unhas, serta sambutan Ketua Pengelola PBL I. Dekan FKM Unhas kemudian memberikan sambutan sekaligus membuka Expo PBL I.
Setelah pembukaan, jajaran pimpinan fakultas mengunjungi stan mahasiswa. Di sana, mahasiswa menjelaskan hasil pembelajaran yang mereka peroleh dari wilayah pelaksanaan PBL I.
Data yang dikumpulkan di lapangan diterjemahkan menjadi gambaran mengenai kondisi masyarakat dan persoalan kesehatan yang berhasil diidentifikasi.
Tak Berhenti di Stan Expo
Kegiatan juga diisi sharing session bersama narasumber dari setiap kecamatan. Pengunjung dapat melihat hasil kerja mahasiswa sekaligus mengikuti diskusi mengenai temuan yang dipaparkan. Pada sesi berikutnya, masing-masing posko menampilkan video pelaksanaan PBL I.
Penyajian tersebut menuntut mahasiswa tidak sekadar mengumpulkan data. Mereka harus mengolah dan mengomunikasikan hasil temuannya dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
Kemampuan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kesehatan masyarakat yang menempatkan pengalaman lapangan sebagai pelengkap pengetahuan di ruang kuliah.
Dekan FKM Unhas Ansariadi SKM MScPH PhD mengapresiasi kreativitas, inovasi, dan kerja sama mahasiswa selama pelaksanaan Expo.
Menurut dia, ukuran keberhasilan kegiatan bukan hanya hasil akhir yang terlihat di setiap stan, melainkan proses belajar yang dijalani mahasiswa ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Terima kasih atas inovasi adik-adik. Yang penting adalah proses belajarnya. Hari ini saya melihat adik-adik lakukan dengan sangat hebat dan saya apresiasi atas kerja samanya,” kata Ansariadi.
Ia mengatakan pengalaman mengidentifikasi persoalan di lapangan merupakan bagian penting dari pendidikan kesehatan masyarakat. Data yang dikumpulkan pada tahap awal, kata dia, diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi.
“Kami berharap ke depannya berujung pada dampak. Mungkin sekarang mengumpulkan data, apa yang terjadi, dan nanti apa yang akan diintervensi,” ujarnya.
Pernyataan itu menempatkan PBL I sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran yang lebih panjang. Temuan yang diperoleh mahasiswa menjadi pijakan untuk memahami persoalan secara lebih mendalam dan menentukan arah pembelajaran pada tahap berikutnya.
Dari Data Menuju Intervensi
>> Baca Selanjutnya
EXPO PBL - Sebanyak 291 mahasiswa FKM Unhas memamerkan temuan kesehatan masyarakat dalam Expo PBL I di Pelataran FKM Unhas, Makassar, Kamis (20/8/2026). Mereka menyajikan hasil identifikasi masalah berdasarkan pengumpulan data lapangan. (Dok FKM Unhas)
-300x169.webp)
-300x138.webp)






