Makassar
Terkini

30 Rumah Hangus dalam Kebakaran di Kandea Makassar, Diduga karena Korsleting

Kebakaran di Kandea Makassar mengakibatkan 30 rumah warga hangus, Senin (10/8/2026) malam. Kebakaran diduga karena korsleting. (Unhas TV / Wandi Nojeng)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Sedikitnya 30 rumah semi permanen di kawasan padat penduduk Jalan Kandea III, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ludes terbakar pada Senin (10/8/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Api cepat membesar dan menjalar dari satu rumah ke bangunan lain karena sebagian besar rumah terbuat dari kayu dan berdiri saling berdekatan. Kepadatan permukiman membuat kobaran api meluas sebelum petugas berhasil mengendalikannya.

Kepala Bidang Operasi Pemadam Kebakaran Makassar Andi Cakrawala mengatakan sekitar 40 unit armada dikerahkan ke lokasi. Petugas berasal dari Markas Komando Ratulangi, Posko Pengayoman, dan Carester Ujung Tanah.

Jumlah personel yang terlibat mencapai lebih dari 80 orang. Sejumlah petugas yang telah selesai menjalankan piket juga kembali bergabung membantu proses pemadaman.



Kepala Bidang Operasi Pemadam Kebakaran Makassar Andi Cakrawala. (Unhas TV/Wandi Nojeng)


“Untuk cakupan jumlah armada ini, kami terjunkan di 40-an armada, dengan jumlah personel kurang lebih 80 sekian,” kata Andi Cakrawala di lokasi kebakaran.

Petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengendalikan kobaran api. Setelah api utama berhasil dipadamkan, tim pemadam melanjutkan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Proses pemadaman sempat terkendala kondisi permukiman. Jalan menuju titik kebakaran berada di dalam gang sempit. Banyaknya warga yang berkumpul di sekitar lokasi juga membatasi pergerakan petugas dan kendaraan pemadam.

“Kepadatan massa cukup krusial. Kemudian akses menuju lokasi memang agak sempit karena masuk di gang-gang kecil. Lokasi di sini juga padat hunian yang tidak tertata,” ujar Andi Cakrawala.

Kepolisian membantah kabar yang beredar bahwa kebakaran tersebut dipicu tindakan seseorang yang sengaja membakar rumah.

Kepala Kepolisian Sektor Bontoala Komisaris Polisi Andi Aris mengatakan sejumlah anggota polisi berada di lokasi sebelum api muncul.

Menurut Andi Aris, polisi saat itu tengah membantu memediasi perselisihan antara seorang anak dan orang tuanya bersama Ketua RW setempat. Di tengah proses mediasi, aliran listrik tiba-tiba terputus setelah pembatas listrik turun.

Seorang warga kemudian menaikkan kembali pembatas listrik tersebut. Tidak lama setelah aliran kembali tersambung, muncul asap yang diduga berasal dari korsleting. Api kemudian muncul dan merambat ke bangunan di sekitarnya.



Kepala Kepolisian Sektor Bontoala Komisaris Polisi Andi Aris. (Unhas TV/Wandi Nojeng)


“Pada saat pembatas lampu dinaikkan, langsung berasap, berarti ada korslet. Jadi kalau isu yang berkembang bahwa rumah itu dibakar, itu tidak benar,” kata Andi Aris.

Ia mengatakan sedikitnya dua anggota kepolisian dan Ketua RW berada di lokasi saat kejadian sehingga dapat memberikan keterangan mengenai situasi sebelum kebakaran.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Pendataan jumlah bangunan yang rusak juga masih berlangsung karena petugas pemadam masih melakukan pendinginan ketika pemeriksaan awal dilakukan.

“Untuk sementara diperkirakan kurang lebih 30 rumah terbakar. Ini masih pendalaman dan masih tahap penyelidikan,” ujar Andi Aris.

Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa. Namun sekitar 30 keluarga terdampak dan kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka terbakar. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Petugas gabungan selanjutnya melakukan penyisiran di kawasan kebakaran setelah proses pendinginan selesai. Kepolisian juga akan melanjutkan pemeriksaan saksi dan lokasi untuk memastikan sumber api serta penyebab pasti kebakaran.

(Wandi Nojeng / Unhas TV)