News

Alumni Peternakan Unhas Terpilih Sebagai Rektor UHO Kendari

KENDARI, UNHAS.TV — Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si., alumni Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas), terpilih sebagai Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari untuk periode 2026–2030. Ia meraih suara terbanyak dalam pemilihan rektor yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Takdir Saili memperoleh 42 suara, mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Prof. Herman yang meraih 13 suara dan Prof. Ida Usman dengan 18 suara.

Dari total 74 suara yang masuk, sebanyak 73 suara dinyatakan sah dan satu suara tidak sah. Tidak terdapat suara abstain.

Dengan perolehan tersebut, Takdir Saili mengantongi sekitar 57,53 persen suara sah, sekaligus menempatkannya sebagai pemenang pemilihan Rektor UHO periode 2026–2030.



Kemenangan ini menjadi babak baru perjalanan akademik Takdir Saili, yang memulai pendidikan tingginya di Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar, sebelum mengabdikan sebagian besar kariernya sebagai dosen dan akademisi di Universitas Halu Oleo.

Dari Fakultas Peternakan Unhas ke UHO

Takdir Saili merupakan akademisi kelahiran Baubau, Buton, Sulawesi Tenggara. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri 1 Wajo Baubau, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Baubau dan SMA Negeri 1 Baubau.

Setelah menamatkan pendidikan menengah pada 1987, Takdir melanjutkan studi di Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.

Selama menjadi mahasiswa, ia tinggal di sebuah rumah kos sederhana yang dikenal sebagai Pondok King, di kawasan Tamalanrea, Makassar. Bersama sejumlah mahasiswa perantauan lainnya, Takdir menjalani kehidupan sederhana sambil menyelesaikan pendidikan.

Ia berhasil meraih gelar sarjana dari Fakultas Peternakan Unhas pada 1992.

Selepas kuliah, Takdir sempat bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Peternakan Sulawesi Tenggara. Dalam pekerjaan tersebut, ia terlibat dalam kegiatan pendampingan peternak, termasuk di kawasan transmigrasi.

Karier akademiknya dimulai pada 1994 ketika ia diterima sebagai dosen di Universitas Halu Oleo.

Takdir kemudian melanjutkan pendidikan magister dan doktoral di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia juga memperluas pengalaman akademiknya melalui kegiatan pendidikan dan pengembangan keilmuan di Jepang.

Berpengalaman Memimpin 

Selama lebih dari tiga dekade mengabdi di Universitas Halu Oleo, Takdir Saili telah menduduki sejumlah jabatan penting dalam lingkungan akademik.

Ia pernah dipercaya sebagai Kepala Laboratorium, Ketua Jurusan, Dekan Fakultas, hingga Ketua Senat Akademik.

Sebelum mengikuti pemilihan rektor, Takdir juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Halu Oleo.



Pengalaman tersebut memberinya kesempatan terlibat dalam berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi, mulai dari pengembangan pendidikan, penelitian, penguatan kelembagaan, hingga pembinaan sumber daya manusia.

Sebagai akademisi berlatar belakang ilmu peternakan, Takdir memiliki perhatian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang peternakan dan reproduksi ternak.

Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada Mei 2025, Takdir mengenang pengalamannya menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin.

"Unhas bukan sekadar tempat kuliah. Ia mengajari saya menjadi manusia," ujarnya ketika mengenang masa-masa kuliah di Makassar.

Ia juga pernah menyampaikan pandangannya mengenai kepemimpinan perguruan tinggi.

"Saya tidak mengejar jabatan. Saya hanya ingin memastikan kampus ini tetap menjadi tempat lahirnya ilmu, tempat bertumbuhnya manusia," katanya.

Alumni Unhas yang Memimpin Perguruan Tinggi

Terpilihnya Takdir Saili sebagai Rektor UHO menambah daftar alumni Universitas Hasanuddin yang dipercaya menduduki jabatan pimpinan perguruan tinggi di Indonesia.

Bagi Takdir, keberhasilan tersebut sekaligus menandai perjalanan panjang pengabdiannya di dunia pendidikan tinggi, sejak meninggalkan kampung halamannya di Baubau untuk menempuh pendidikan di Makassar pada 1987.

Dari mahasiswa Fakultas Peternakan Unhas, ia kemudian menjadi dosen, peneliti, dan pemimpin berbagai lembaga akademik di Universitas Halu Oleo.

Setelah lebih dari 30 tahun mengabdi di UHO, Takdir Saili kini mendapat kepercayaan untuk memimpin perguruan tinggi tersebut selama periode 2026–2030.

Kemenangan ini juga menjadi momentum bagi Universitas Halu Oleo untuk melanjutkan pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu perguruan tinggi utama di kawasan Indonesia Timur.