MAKASSAR, UNHAS.TV - Sejak matahari belum tinggi, Sabtu (22/11/2025), halaman Klinik Pratama Unhas Baraya di Jalan Sunu, Tallo, sudah dipenuhi anak-anak bersarung dengan wajah tegang bercampur penasaran.
Di antara mereka, tampak pendamping dari empat panti asuhan di sekitar Baraya serta orang tua yang mengantar anak-anak mereka mengikuti khitanan massal gratis, salah satu agenda utama bakti sosial Dies Natalis ke–70 Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Sunatan massal ini menjadi pembuka rangkaian baksos tahun ini. Panitia mencatat setidaknya 70 peserta terdaftar, namun skenario di lapangan memperlihatkan angka yang melampaui perkiraan.
Antrean yang mengular membuat panitia menyiapkan kuota hingga 80–100 peserta untuk mengantisipasi pendaftar tambahan yang datang langsung pada hari pelaksanaan.
“Setiap tahun jumlahnya selalu bertambah pada hari-H,” ujar Ketua Panitia Dies Natalis FK Unhas, Prof Dr dr Prihantono SpB Subsp Onk(K).
Dengan dominasi peserta dari keluarga kurang mampu serta anak-anak panti, kegiatan ini menyasar kelompok rentan yang aksesnya terhadap layanan medis kerap terbatas.
Di lorong klinik, sejumlah dokter bedah dan residen bedah FK Unhas bekerja membuka beberapa meja tindakan untuk mempercepat pelayanan.
“Mahasiswa kami banyak residen bedah yang sudah terampil melakukan kegiatan khitanan massal,” kata Prihantono, memastikan bahwa seluruh prosedur ditangani tenaga medis berpengalaman.
Prihantono menegaskan bahwa sunatan massal bukan sekadar seremoni, melainkan bagian penting dari komitmen FK Unhas dalam pendidikan dan pengabdian masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat bisa lebih memahami penyakit sejak dini—karena kalau ditemukan di fase awal, peluang sembuh lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kesadaran kesehatan di masyarakat sekitar Baraya merupakan tujuan jangka panjang dari rangkaian baksos tahun ini.
Di ruang tunggu, beberapa anak tampak meringis sambil menggenggam tangan orang tuanya. Namun suasana cair ketika relawan FK Unhas membagikan minuman dan mengajak para peserta mengobrol untuk mengurangi kecemasan. Sesekali terdengar tawa kecil, menandai bahwa ketegangan perlahan mencair.
Sementara itu, dr. Fathan Rasyid, Koordinator Lapangan baksos, menuturkan bahwa antusiasme warga sudah terasa sejak pendaftaran dibuka.
Target awal 70 peserta dengan cepat terlampaui. “Di sini ada empat panti asuhan, dan anak-anak komunitas Unhas Baraya juga banyak yang mendaftar," ujarnya.
"Karena ini kegiatan pengabdian masyarakat, tentu kami berusaha melayani sebanyak mungkin. Kalau sudah lewat 70 dan kami masih mampu, akan kami layani,” katanya.
Menurut Fathan, tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan akan layanan kesehatan gratis masih jauh dari terpenuhi, terutama di kawasan padat penduduk seperti Baraya.
Selain khitanan massal, panitia juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan dasar bagi warga yang datang mendampingi peserta.
Di area belakang klinik, beberapa anak yang telah selesai dikhitan duduk sambil memeluk bingkisan yang diberikan panitia—paket sederhana berisi sarung, obat, dan camilan.
Para pendamping panti tampak sibuk memastikan semua anak mendapat perawatan pasca-tindakan dan siap untuk kembali ke asrama masing-masing.
Bagi FK Unhas, keberhasilan pelaksanaan khitanan massal hari ini menjadi bagian dari rangkaian panjang pengabdian dalam memperingati 70 tahun fakultas tersebut.
Panitia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Dengan wajah lega, beberapa orang tua mengucapkan terima kasih kepada panitia sebelum meninggalkan lokasi.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
BAKTI SOSIAL. Panitia dan civitas akademika Fakultas Kedokteran Unhas berfoto bersama usai menggelar Bakti Sosial Kesehatan, di Jalan Sunu, Makassar, Sabtu (22/11/2026). Acara tersebut merupakan rangkaian peringatan Dies Natalis ke-70 FK Unhas. (dok panitia fk unhas)



-300x153.webp)


-300x201.webp)

