MAKASSAR, UNHAS.TV - Beberapa hari menjelang bulan suci Ramadhan, suasana Universitas Hasanuddin mulai kembali ramai. Di sudut-sudut Perpustakaan Universitas Hasanuddin, mahasiswa terlihat mempersiapkan diri menghadapi semester baru yang akan segera dimulai.
Setelah dua bulan libur dan sebagian besar pulang kampung, mereka kini menyusun strategi agar perkuliahan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan ibadah puasa.
Awal semester yang bertepatan dengan Ramadhan menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mahasiswa semester awal. Adaptasi ritme belajar setelah libur panjang harus dilakukan bersamaan dengan penyesuaian fisik selama berpuasa.
Annisa Raudatul Jannah Hamzah, mahasiswa semester dua Program Studi Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya Unhas, mengaku tengah menyiapkan pola belajar khusus.
Baginya, Ramadhan kali ini menjadi pengalaman baru karena menjadi puasa pertamanya sebagai mahasiswa aktif di semester genap.
“Setelah libur dua bulan dan pulang kampung, tentu butuh penyesuaian lagi. Apalagi perkuliahan kali ini dibarengi dengan bulan puasa,” ujarnya.
Annisa menyadari setiap orang memiliki waktu belajar yang paling efektif. Ia menilai dirinya lebih produktif pada malam hari. Karena itu, ia berencana memanfaatkan waktu setelah salat tarawih untuk membaca dan memahami materi yang akan dibahas di kelas keesokan harinya.
“Karena saya tipenya belajar malam, mungkin setelah tarawih saya akan mempelajari materi yang akan dibahas besok. Jadi saya menggunakan malam hari untuk belajar,” katanya.
Menurut Annisa, kunci menjaga produktivitas selama Ramadhan terletak pada pengaturan waktu yang terstruktur. Ia berharap keseimbangan antara perkuliahan dan ibadah dapat terjaga tanpa saling mengganggu.
Baginya, puasa bukan alasan untuk menurunkan performa akademik, melainkan momentum melatih disiplin diri.
Tantangan berbeda dirasakan mahasiswa tingkat akhir. Qhoidassa Dzoltan Sayyidina, mahasiswa semester delapan Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, saat ini tengah menyelesaikan tugas akhir atau skripsi.
Ramadhan tahun 2026 ini menjadi fase krusial karena ia menargetkan penyelesaian penelitian dalam waktu dekat.
“Menjelang Ramadhan ini tentu menjadi tantangan bagi kami mahasiswa akhir untuk membagi waktu. Selain menjalankan ibadah, kami juga harus fokus menyelesaikan tugas akhir,” ujarnya.
Jadwal Harian, Ibadah dan Skripsi
>> Baca Selanjutnya
SKRIPSI. Mahasiswa Sastra Daerah FIB Unhas, Annisa Raudatul Jannah Hamzah, bersiap menyambut Ramadhan 2026 dengan sejumlah agenda ibadah dan mengerjakan skripsi. (unhas tv/moh resha)








