News

Antusiasme Generasi Muda Timor-Leste Warnai Pembukaan Program BIPA Tahun 2026

undefined

DILI, UNHAS.TV - Antusiasme generasi muda Timor-Leste dalam mempelajari Bahasa Indonesia kembali terlihat pada pembukaan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Pusat Budaya Indonesia Dili dan diikuti oleh peserta secara luring dan daring.

Program BIPA Tahun 2026 diikuti oleh 1.500 peserta baru yang terdiri atas pelajar tingkat SMP, SMA, perguruan tinggi, serta perwakilan instansi di Timor-Leste. Para peserta tersebar di 10 distrik dengan pusat kegiatan di Kota Dili.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 250 peserta mengikuti pembelajaran secara langsung di Pusat Budaya Indonesia Dili. Pelaksanaan program ini didukung oleh 18 pengajar BIPA.

Kegiatan pembukaan diikuti oleh 130 peserta secara luring yang terdiri atas pelajar dan pengajar BIPA. Sementara itu, sebanyak 23 peserta mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom, yang juga terdiri atas pelajar dan pengajar BIPA yang tersebar di berbagai distrik di Timor-Leste.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili Tasrifin Tahara, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Iwa Lukmana, serta Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si.


Prof Tasrifin Tahara, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, saat pembukaan

Turut hadir para pengajar BIPA yang tersebar di berbagai distrik di Timor-Leste. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung penguatan program BIPA di tingkat internasional.

Dalam sambutannya, Tasrifin Tahara selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI menyampaikan bahwa “Program BIPA menjadi kebutuhan penting mengingat kedekatan kultural dan emosional antara Indonesia dan Timor-Leste, serta tingginya antusiasme generasi muda Timor-Leste yang ingin melanjutkan pendidikan di Indonesia.”

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Bapak Hafidz Muksin menegaskan bahwa Program BIPA merupakan program strategis yang perlu terus mendapatkan perhatian dan pengembangan, mengingat perannya sebagai salah satu program prioritas pemerintah dalam penguatan bahasa dan budaya Indonesia di ranah internasional.

Selain itu, Bahasa Indonesia saat ini semakin menunjukkan eksistensinya di tingkat global, termasuk sebagai bahasa yang diakui oleh UNESCO sebagai bahasa internasional, serta telah digunakan sebagai salah satu bahasa pengantar di Vatikan.”

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Dili Nugroho Yuwono Aribhimo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas dukungan dan komitmen dalam menjaga keberlangsungan program BIPA.


Program ini juga dinilai memiliki peran strategis sebagai sarana diplomasi kebahasaan dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor-Leste.

Melalui penyelenggaraan Program BIPA Tahun 2026, diharapkan kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Timor-Leste semakin erat serta mendorong peningkatan minat generasi muda Timor-Leste untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia.