MAKASSAR, UNHAS.TV - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas) mengembangkan usaha sosial Asa Lestari yang mengolah limbah plastik menjadi produk kriya bernilai ekonomi.
Inisiatif tersebut hadir sebagai salah satu upaya mengurangi persoalan sampah plastik di Kota Makassar sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular.
Asa Lestari memanfaatkan limbah plastik jenis High-Density Polyethylene atau HDPE dan Polypropylene atau PP.
Bahan baku yang digunakan antara lain tutup botol dan kemasan plastik tebal yang dikumpulkan, dipilah, dilebur, lalu dicetak kembali menjadi beragam produk fungsional dan dekoratif.
Pendiri Asa Lestari, Iklil Hidayah, mengatakan usaha tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penjualan. Menurut dia, Asa Lestari juga membawa misi edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pemanfaatan kembali material yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
“Asa Lestari tidak hanya berbicara tentang penjualan, tetapi juga upaya mengedukasi dan memberikan napas baru bagi material yang tadinya dianggap berakhir di tempat sampah,” kata Iklil.
Produk yang dihasilkan diklaim memiliki desain estetik, dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, serta bebas bisphenol A atau BPA. Melalui proses pengolahan tersebut, limbah plastik yang sulit terurai dapat memiliki umur pakai baru dan nilai jual lebih tinggi.
Pengembangan Asa Lestari mendapat dukungan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha atau P2MW. Usaha ini menjadi salah satu perwakilan Universitas Hasanuddin yang memperoleh pendanaan dari program kewirausahaan mahasiswa tingkat nasional tersebut.
Pendampingan kampus dimanfaatkan untuk membenahi operasional usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperkuat identitas merek.
Tim Asa Lestari juga mendapat bimbingan dari dosen pendamping, Fakhrul Indra Hermansyah, serta mengikuti program inkubasi usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Makassar.

ASA LESTARI - Mahasiswa FEB Unhas yang tergabung dalam usaha sosial Asa Lestari yang digawangi Iklil Hidayah. Usaha sosial Asa Lestari mengubah sampah HDPE menjadi produk kriya bernilai ekonomi. (Dok Asa Lestari)
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor usaha itu menjadi bagian dari penguatan model bisnis Asa Lestari.
Pendampingan tersebut mencakup pengelolaan produksi, pemasaran, manajemen usaha, hingga pengembangan jaringan pasar.
Produk daur ulang Asa Lestari kini telah dipasarkan kepada konsumen di dalam dan luar negeri. Penerimaan pasar tersebut menunjukkan bahwa produk berbahan limbah plastik dapat bersaing melalui kualitas, estetika, serta nilai keberlanjutan.
Ke depan, Asa Lestari menargetkan peningkatan jumlah limbah plastik yang diserap, perluasan kapasitas produksi, serta perluasan pemasaran.
Usaha ini juga ingin mendorong lebih banyak anak muda mengembangkan bisnis yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan dampak bagi lingkungan. (*)
UBAH SAMPAH - Pendiri Asa Lestari, Iklil Hidayah, menunjukkan produk gantungan kunci dari hasil olahan limbah plastik. Usaha Sosial Asa Lestari mengubah sampah HDPE menjadi produk kriya bernilai ekonomi. (Dok Asa Lestari)








