SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi Sereang Trash Barrier, pagar penahan sampah untuk saluran drainase di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (7/8/2026).
Program yang dilaksanakan di bawah pendampingan Dosen Pendamping KKN Rastiawaty SH MH itu dirancang untuk mengurangi penumpukan sampah di saluran drainase sekaligus menjaga kelancaran aliran air di lingkungan desa.
Sereang Trash Barrier bekerja dengan menahan sampah yang terbawa aliran air pada titik tertentu sebelum masuk lebih jauh ke saluran. Sampah yang terperangkap kemudian dapat diangkat secara berkala sehingga tidak menumpuk dan menyumbat drainase.
Pagar tersebut dibuat menggunakan rangka besi yang dilengkapi batang penahan vertikal dan penguat diagonal. Ukurannya disesuaikan dengan kondisi serta dimensi saluran drainase di lokasi pemasangan.
Koordinator Desa KKN Unhas di Sereang, Muhammad Fiqri Pratama, mengatakan program tersebut berangkat dari persoalan sampah yang selama ini mengganggu fungsi drainase di desa.
“Melalui Sereang Trash Barrier, kami berupaya menghadirkan solusi sederhana yang dapat membantu menahan sampah sebelum masuk lebih jauh ke saluran drainase,” kata mahasiswa Teknik Elektro tersebut.
Menurut Fiqri, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada keberadaan pagar. Masyarakat juga perlu melakukan pemeriksaan, pengangkatan sampah, dan pemeliharaan secara rutin agar alat tersebut tetap berfungsi dalam jangka panjang.
Selain memasang pagar penahan sampah, mahasiswa KKN menyusun Buku Panduan Pembuatan Sereang Trash Barrier.
Panduan itu memuat konsep, kebutuhan alat dan bahan, tahapan pembuatan, teknik pemasangan, hingga pemeliharaan. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk membuat dan mengembangkan alat serupa secara mandiri.
Kepala Desa Sereang Darmawansyah menyambut program itu. Menurut dia, sampah yang terbawa dari wilayah sekitar selama bertahun-tahun menjadi salah satu persoalan yang menyebabkan drainase di Sereang tersumbat.
“Pagar ini diharapkan dapat menahan sampah yang terbawa dari arah Kadidi dan Kanie agar tidak terus masuk dan menyebabkan saluran di Sereang tersumbat,” ujarnya.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya SDGs 6 tentang air bersih dan sanitasi layak serta SDGs 11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan.
Mahasiswa KKN berharap Sereang Trash Barrier tak berhenti sebagai proyek selama masa pengabdian. Keberadaannya diharapkan menjadi pintu masuk bagi keterlibatan warga dalam menjaga drainase sekaligus membangun kebiasaan tidak membuang sampah ke saluran air. (*)
TRASH BARRIER - Mahasiswa KKN Unhas memasang Sereang Trash Barrier di Desa Sereang, Sidrap, Jumat (7/8/2026). Pemasangan trash barrier itu untuk menahan sampah drainase agar aliran air tetap lancar optimal. (Dok KKN Unhas)



-300x169.webp)




