Ekonomi

Bank Unhas Hadirkan Kredit Pendidikan, Bisa untuk Bayar UKT dan Beli Laptop

BANK UNHAS - Komisaris Bank Unhas Prof Dr Anas Iswanto Anwar SE MA CWM CRBC (tengah depan), dirut Bank Unhas Henry Kisinger Sappetaw (kanan depan) berfoto bersama karyawan Bank Unhas.

MAKASSAR, UNHAS.TV - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc meresmikan peluncuran Kredit Pendidikan pada acara Rapat Kerja dan Workshop Pemenuhan 24 Kompetensi Rumah Sakit Unhas 2026 di Hotel Gammara, Makassar, Jumat (6/2/2026). 

Peluncuran sekaligus sosialisasi produk terbaru Bank Unhas di acara tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM (K); Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan Unhas Prof Subehan SSi MPharm Sc PhD Apt; Wakil Rektor II Unhas Prof Dr Subehan; dan Direktur Utama RS Unhas Prof dr Andi Muhammad Ichsan Ph.D.

Produk perbankan Kredit Perbankan ini dihadirkan sebagai wujud nyata komitmen Bank Unhas mendukung peningkatan mutu sumber daya manusia di Indonesia. Produk ini juga di dirancang khusus untuk memberikan solusi pembiayaan yang luwes dan terjangkau bagi dosen dan mahasiswadalam menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.

Prof Jamaluddin memuji langkah Bank Unhas menghadirkan produk pembiayaan tersebut. "Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kebutuhan akan instrumen keuangan yang mampu menjembatani celah antara kebutuhan finansial untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi," tegas Prof Jamaluddin.

Prof Jamaluddin Jompa menambahkan, sejak Bank Unhas berdiri pada November 2025, salah satu visi strategis yang diemban yakni menjadikan Bank Unhas sebagai lembaga perbankan pertama yang sepenuhnya berfokus pada ekosistem pendidikan sehingga layanannya pun tidak sebatas civitas akademika Unhas tetapi juga masyarakat umum. 

Direktur Utama Bank Unhas Henry Kisinger Sappetaw menyebutkan, Kredit Pendidikan Bank Unhas menawarkan berbagai keunggulan kompetitif, di antaranya suku bunga rendah yang disesuaikan kemampuan keuangan, tenor panjang yakni masa pelunasan yang fleksibel bagi yang studi hingga masa studi selesai, dan proses cepat.  

"Transformasi Bank Unhas ini bukan sekadar langkah bisnis, melainkan misi sosial untuk memastikan keberlanjutan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Kami percaya bahwa biaya pendidikan tidak boleh menjadi penghalang bagi siapa pun meraih mimpi terutama bagi adik-adik di bangku kuliah demikian pula yang ingin kuliah lanjut S2 dan S3, spesialis, bahkan untuk biaya sertifikasi nasional maupun internasional," ujarnya.

Henrry menegaskan, melalui Kredit Pendidikan ini, Bank Unhas ingin hadir sebagai mitra strategis berinvestasi di bidang pendidikan. Tidak hanya itu, ujarnya, Bank Unhas adalah lembaga perbankan yang berfokus pada penyediaan layanan keuangan inovatif bagi masyarakat dengan komitmen kuat pada pengembangan sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Menurutnya, Kredit Pendidikan dari Bank Unhas ini dapat dipakai untuk pelunasan biaya SPP atau UKT, biaya pendukung riset, jurnal, dan biaya pertukaran mahasiswa internasional. 

Kredit Pendidikan juga bisa digunakan untuk pengadaan perangkat penunjang belajar seperti laptop dan kebutuhan pendidikan lainnya. "Kami berharap melalui Kredit Pendidikan dapat membantu menurunkan angka putus kuliah akibat kendala ekonomi," tutupnya.(*)