Pendidikan
Sosial

BI Mengajar Ratusan Mahasiswa Unhas tentang Rupiah dan Pembayaran Digital

BI MENGAJAR - Bank Indonesia bersama Universitas Hasanuddin menggelar program Bank Indonesia Mengajar di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Makassar, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini untuk mengedukasi ratusan mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas, tentang rupiah, pembayaran digital, dan perlindungan konsumen. (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Bank Indonesia mengedukasi ratusan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) tentang penggunaan rupiah, sistem pembayaran digital, dan perlindungan konsumen.

Kegiatan bertajuk “Transaksi Setara, Akses untuk Semua” itu melibatkan mahasiswa penyandang disabilitas untuk memperluas akses terhadap literasi keuangan yang aman dan inklusif.

Kegiatan melalui program Bank Indonesia Mengajar tersebut berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Sabtu (24/10/2026).

Peserta memperoleh materi mengenai kebanksentralan, kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah, serta sistem pembayaran tunai dan nontunai.

Manajer Kepala Unit Layanan dan Pengolahan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Fadli Muin, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari upaya memperkenalkan peran bank sentral sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang transaksi keuangan.

Edukasi tersebut juga mencakup penggunaan rupiah dan perlindungan konsumen di tengah perkembangan layanan pembayaran digital.

Menurut Fadli, peserta kegiatan berasal dari kalangan mahasiswa penyandang disabilitas yang memiliki beragam kebutuhan aksesibilitas. Mereka mencakup mahasiswa dengan disabilitas fisik, netra, tuli, serta autisme dan disabilitas mental.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan sangat baik dan mendapat respons dari pihak staf, pengurus, dan mahasiswa yang mengikuti,” kata Fadli.

Ia menilai antusiasme peserta terlihat dari pertanyaan yang mereka ajukan dan keterlibatan mereka dalam menjawab pertanyaan pemateri.

Respons tersebut, menurut dia, menjadi indikasi bahwa edukasi keuangan dapat diterima dengan baik ketika menjangkau kelompok mahasiswa dengan kebutuhan yang beragam.

Fadli berharap kegiatan itu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan literasi keuangan mahasiswa penyandang disabilitas.

Pemahaman mengenai transaksi tunai dan nontunai dinilai penting agar masyarakat dapat menggunakan layanan pembayaran secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.

Perkembangan pembayaran digital menawarkan kemudahan dalam bertransaksi. Namun, pemanfaatannya juga menuntut pemahaman mengenai keamanan transaksi dan hak konsumen.

Karena itu, edukasi mengenai sistem pembayaran menjadi salah satu aspek penting dalam memperluas akses keuangan.

Bank Indonesia berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman tentang rupiah dan layanan pembayaran sekaligus mendorong terciptanya akses transaksi yang setara.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)