Kesehatan
Pendidikan

BPJS Kesehatan dan Unhas Perkuat Sinergi Wujudkan Layanan Kesehatan Berkeadilan di Indonesia Timur

DIRUT BPJS - Kuliah Umum Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito SpJP(K) FIHA MMRS di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran, Kampus Unhas Tamalanrea, Jumat (22/5/2026). (Unhas TV/Zahra Tsabita)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) dan BPJS Kesehatan memperkuat kerja sama untuk mendorong layanan kesehatan yang lebih merata dan berkeadilan, terutama di kawasan timur Indonesia.

Sinergi itu dibahas dalam kuliah umum Direktur Utama BPJS Kesehatan di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran, Kampus Unhas Tamalanrea, Jumat (22/5/2026).

Kuliah umum tersebut menghadirkan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito SpJP(K) FIHA MMRS.

Ia membawakan materi bertema “Sinergi BPJS Kesehatan dan Perguruan Tinggi dalam Membangun Ekosistem Kesehatan yang Berkeadilan di Kawasan Timur Indonesia”.

Kegiatan ini dihadiri pimpinan universitas, dosen, tenaga kesehatan, serta ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas.

Forum tersebut menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik dan lembaga penyelenggara jaminan sosial kesehatan untuk membahas tantangan pelayanan kesehatan nasional, mulai dari akses, mutu layanan, pembiayaan, hingga penguatan pendekatan promotif dan preventif.

Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc menyampaikan apresiasi atas kehadiran Direktur Utama BPJS Kesehatan.

Ia berharap kolaborasi antara Unhas dan BPJS Kesehatan tidak berhenti pada forum akademik, tetapi berkembang menjadi kerja sama konkret yang bermanfaat bagi kampus dan masyarakat.

Menurut Prof Jamaluddin, Unhas memiliki perhatian besar terhadap pembangunan budaya hidup sehat melalui program “Unhas Sehat”.

Program ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan kampus yang mendorong gaya hidup sehat, terukur, dan berbasis indikator kesehatan yang jelas.

“Unhas sangat gembira dan berharap ini menjadi kolaborasi yang efektif dan saling menguntungkan. Kami juga memiliki program Unhas Sehat, dan ini gayung bersambut karena BPJS akan mendukung,” kata Jamaluddin.

Ia mengatakan kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat memperkuat kegiatan promotif dan preventif di lingkungan kampus. Upaya tersebut dinilai penting karena perguruan tinggi bukan hanya ruang pendidikan, tetapi juga pusat pembentukan kebiasaan hidup sehat bagi generasi muda.

Peran Kampus dalam Ekosistem JKN

Dalam pemaparannya, Prihati Pujowaskito menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem Jaminan Kesehatan Nasional.

Menurut dia, universitas merupakan salah satu komponen penting dalam pendekatan pentahelix, karena memiliki kapasitas akademik, sumber daya manusia muda, serta pusat-pusat keunggulan yang dapat mendukung keberlanjutan program JKN.

“Kami memperkenalkan BPJS, capaian-capaian, tantangan, dan program-programnya kepada sivitas akademika Universitas Hasanuddin,” ujar Prihati.

Ia menjelaskan, salah satu agenda jangka pendek BPJS Kesehatan adalah memperkuat program promotif dan preventif.

Karena itu, kampus dinilai sebagai mitra strategis. Mahasiswa dan akademisi dapat berperan dalam memperluas literasi kesehatan, membangun kesadaran publik, serta mendukung inovasi pelayanan.

Prihati juga menegaskan bahwa BPJS Kesehatan menargetkan keberlanjutan program JKN melalui pengelolaan dana cadangan yang stabil.

Menurut dia, keberlanjutan pembiayaan menjadi kunci agar peserta JKN tetap memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus terbebani biaya besar.

“Kami ingin tetap berkelanjutan. Kami ingin tetap bisa membiayai pelayanan kesehatan berkualitas yang dibutuhkan peserta JKN. Jangan sampai ada peserta jatuh miskin karena biaya berobat,” kata Prihati.

Ia menyebut BPJS Kesehatan menargetkan ketersediaan dana cadangan yang mampu menopang pembayaran klaim pelayanan kesehatan, setidaknya dalam rentang satu setengah hingga enam bulan.

Stabilitas dana cadangan itu dianggap penting untuk menjaga kepercayaan fasilitas kesehatan dan peserta JKN.

Kuliah umum ini juga menjadi ajang diskusi mengenai inovasi pelayanan kesehatan, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan mutu layanan bagi masyarakat. Bagi Unhas, forum tersebut memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam menjawab persoalan kesehatan nasional.

Melalui kolaborasi ini, Unhas dan BPJS Kesehatan berharap dapat membangun pemahaman bersama tentang pentingnya layanan kesehatan yang adil, berkelanjutan, dan mudah diakses, khususnya bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia. (*)

(Zahra Tsabita Sucheng / Unhas TV)