Ekonomi
Kuliner

Bubur Ayam Aisyah Suka Jual hingga 160 Porsi di CFD Unhas, Pedagang Berharap Lokasi Baru Tetap Ramai

BUBUR AYAM - Tenant Aisyah Suka menjual bubur ayam sebagai menu sarapan favorit pengunjung Car Free Day Universitas Hasanuddin, Makassar, Minggu (11/10/2026). Rahmi selaku pemilik usaha mampu menjual hingga 160 porsi karena tingginya minat warga. (Unhas TV / Husnul Hatimah)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Bubur ayam menjadi salah satu menu sarapan yang diminati pengunjung Car Free Day (CFD) Universitas Hasanuddin (Unhas).

Salah satu tenant, Aisyah Suka, mampu menjual hingga 150–160 porsi setiap pelaksanaan CFD. Bahkan, dagangan tersebut biasanya sudah habis sekitar pukul 09.00 Wita.

Pemilik tenant Aisyah Suka, Rahmi, mengatakan bahwa bubur ayam awalnya bukan menu yang mereka jual. Usaha tersebut bermula dengan menjual bakso bakar dan aneka minuman. Namun, ia melihat peluang untuk menghadirkan menu sarapan yang belum banyak ditawarkan oleh tenant lain.

“Awalnya, kami hanya menjual bakso bakar dan minuman. Namun, ketika melihat tenant lain yang rata-rata menjual bakso bakar, kami juga melihat bahwa belum ada yang menjual bubur ayam untuk sarapan. Akhirnya, kami terpikir untuk menjual bubur ayam,” ujar Rahmi saat ditemui di CFD, Minggu (11/10/2026).

Keputusan tersebut membawa perubahan pada jumlah penjualan. Rahmi mengungkapkan, pada awalnya ia hanya membawa sekitar 20 porsi bubur ayam.

Jumlah itu kemudian meningkat menjadi 50 porsi pada pekan berikutnya, lalu sekitar 100 porsi, hingga kini mencapai 150–160 porsi setiap pelaksanaan CFD.

Tingginya minat pembeli membuat bubur ayam kerap habis sebelum kegiatan CFD berakhir. Menurut Rahmi, dagangannya biasanya sudah habis sekitar pukul 09.00 Wita.

“Bubur ayam kami biasanya sudah habis sekitar pukul sembilan. Jadi, kalau ada pengunjung yang datang belakangan, terutama yang belum tahu sebelumnya, biasanya mereka sudah tidak kebagian,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan bahwa beberapa pengunjung baru mencari bubur ayam setelah berkeliling ke tenant lain. Namun, ketika tiba di lapaknya, stok bubur ayam sudah habis.

Pengalaman tersebut membuat sebagian pelanggan memilih datang lebih awal pada pekan berikutnya agar tidak kembali kehabisan.



BUBUR AYAM - Tenant Aisyah Suka menjual bubur ayam sebagai menu sarapan favorit pengunjung Car Free Day Universitas Hasanuddin, Makassar, Minggu (11/10/2026). Rahmi selaku pemilik usaha mampu menjual hingga 160 porsi karena tingginya minat warga. (Unhas TV / Husnul Hatimah)


Rahmi mengatakan, Aisyah Suka telah mengikuti kegiatan CFD sejak sekitar 2023. Selama berjualan, ia menyaksikan perkembangan jumlah tenant yang semakin bertambah.

“Pada awal terbentuknya CFD ini, hanya ada sekitar enam tenant yang ikut, dan kami salah satunya,” kata Rahmi.

Ia menjelaskan, jumlah tenant yang awalnya sekitar 16 kemudian bertambah menjadi 40-an, 60-an, hingga sekitar 100 tenant. Saat ini, jumlahnya diperkirakan telah mencapai lebih dari 230 tenant.

Selain berjualan di CFD, Aisyah Suka juga mengikuti berbagai acara dan kegiatan, termasuk di lingkungan kampus. Namun, bubur ayam secara khusus menjadi menu yang mereka tawarkan saat mengikuti CFD.

Di tengah perkembangan usahanya, Rahmi kini menaruh perhatian pada informasi mengenai rencana pemindahan lokasi CFD ke area depan Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM).

Ia mengaku mendapat informasi bahwa dalam waktu sekitar dua minggu, para pedagang kemungkinan akan berpindah dari lokasi yang saat ini ditempati.

Rahmi berharap perpindahan tersebut tidak mengurangi keramaian pengunjung yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas usaha mereka.

“Kami berharap semoga di tempat yang baru tetap ramai seperti di sini. Kami sudah berjualan di sini selama kurang lebih tiga tahun, sehingga tentu sudah terbiasa dengan lokasi ini,” ujarnya.

Menurut Rahmi, perpindahan lokasi menjadi hal yang perlu diantisipasi karena para pedagang telah terbiasa berjualan dan berinteraksi dengan pengunjung di tempat tersebut. Ia berharap lokasi baru nantinya tetap mampu menarik masyarakat untuk datang dan berbelanja.

Terkait alasan pemindahan, Rahmi mengaku belum mengetahui secara pasti pertimbangan di balik rencana tersebut. Ia mengatakan bahwa pihak panitia lebih memahami informasi mengenai pemindahan lokasi CFD.

Sebagai pelaku UMKM yang telah berjualan selama kurang lebih tiga tahun, Rahmi berharap perubahan lokasi tidak mengurangi peluang usaha yang selama ini diperoleh melalui kegiatan CFD.

Ia juga berharap antusiasme pengunjung tetap terjaga agar para pedagang dapat terus mengembangkan usahanya.

(Husnul Hatima / Nur Ainun Jariyah / Unhas TV)