Internasional
Mahasiswa

Cerita Halimat Nichat dan Paschal Michael Peter, Mahasiswa Internasional Menapaki Langkah Baru di Unhas

MAHASISWA INTERNASIONAL - Paschal Michael Peter (kedua dari kiri), mahasiswa asal Tanzania yang menempuh Program Doktor (S3) Ilmu Perikanan pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin berfoto dengan Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc bersama rekan sesama mahasiswa internasional, Jumat (11/9/2026). (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat lingkungan akademik global melalui kehadiran mahasiswa internasional dari berbagai negara.

Kehadiran mahasiswa asing tidak hanya menjadi bagian dari proses internasionalisasi perguruan tinggi, tetapi juga membuka ruang pertukaran budaya, bahasa, serta pengalaman akademik lintas negara di lingkungan kampus.

Sebagai bagian dari penyambutan mahasiswa internasional baru, Universitas Hasanuddin melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) menyelenggarakan International Student Orientation Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan ini menjadi tahap awal bagi mahasiswa asing untuk mengenal sistem akademik, layanan kampus, serta kehidupan sosial dan budaya selama menempuh pendidikan di Indonesia.

Pada Tahun Akademik 2026/2027, sebanyak 59 mahasiswa internasional dari enam negara mengikuti program orientasi tersebut. Mereka berasal dari Timor Leste, Tiongkok, Tanzania, Uganda, Madagaskar, dan Malawi.

Sebagian mahasiswa internasional yang bergabung dengan Unhas juga memperoleh kesempatan pendidikan melalui berbagai skema pendanaan, salah satunya Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Scholarship.

Program beasiswa dari Pemerintah Indonesia tersebut menjadi salah satu jalur bagi mahasiswa dari negara berkembang untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia.

Di antara mahasiswa internasional baru tersebut, terdapat Halimat Nichat, mahasiswa asal Madagaskar dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Unhas.

Juga ada Paschal Michael Peter, mahasiswa asal Tanzania yang menempuh Program Doktor (S3) Ilmu Perikanan pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas.

Cerita Halimat Nichat, keputusan memilih Universitas Hasanuddin menjadi kesempatan untuk mengenal lingkungan akademik baru sekaligus mempelajari budaya Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu alasan memilih Unhas adalah karena reputasi universitas serta ketertarikannya untuk mendapatkan pengalaman baru di lingkungan yang berbeda.

“Nama saya Halimat Nichat. Saya dari Madagaskar, dan program studi saya adalah Kesehatan Masyarakat. Saya memilih Universitas Hasanuddin karena merupakan universitas negeri yang besar di Indonesia. Saya memilih Unhas untuk mengenal budaya baru dan mencari teman baru,” ujar Halimat.

Selain lingkungan akademik, Halimat juga tertarik mempelajari budaya dan bahasa Indonesia selama menjalani kehidupan di Makassar.

Menurutnya, keberagaman budaya Indonesia menjadi pengalaman baru yang ingin ia pelajari selama menjadi mahasiswa Unhas.

“Saya tertarik belajar di Unhas karena budaya Indonesia sangat baik bagi saya. Saya juga ingin belajar bahasa Indonesia karena merupakan bahasa yang menarik untuk dipelajari,” ungkapnya.

Halimat berharap perjalanan studinya di Universitas Hasanuddin dapat memberikan pengalaman baru, baik dalam bidang akademik maupun kehidupan sosial. Ia juga merasa antusias setelah mulai mengenal lingkungan kampus dan budaya masyarakat Indonesia.

“Saya bertemu teman baru, mengunjungi universitas saya yang sangat besar, masuk ke kelas, belajar bahasa Indonesia, kemudian mencoba makanan dan budaya lain. Semuanya sangat baik,” tambah Halimat.

Sementara itu, Paschal Michael Peter, mahasiswa asal Tanzania yang menempuh Program Doktor (S3) Ilmu Perikanan pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin.

Keputusan Paschal memilih Unhas karena ketertarikannya terhadap reputasi akademik universitas, khususnya dalam bidang perikanan dan ilmu kelautan.

Menurut Paschal, bidang perikanan dan kelautan menjadi salah satu kekuatan utama Universitas Hasanuddin yang memiliki pengakuan luas secara global.

“Saya sangat terinspirasi dengan Universitas Hasanuddin, khususnya Fakultas Ilmu Perikanan, karena saat ini Unhas memiliki reputasi yang sangat tinggi dalam bidang ilmu perikanan dan ilmu kelautan secara global. Itu menjadi alasan saya memilih Unhas untuk melanjutkan program doktor,” ujar Paschal.

Dalam proses awal adaptasi di Indonesia, Paschal mengaku sedang berusaha mempelajari bahasa dan budaya baru. Meskipun terdapat tantangan dalam memahami bahasa Indonesia, ia menilai lingkungan Universitas Hasanuddin memberikan dukungan yang baik bagi mahasiswa internasional.

“Saya sedang belajar budaya baru dan bahasa baru, yaitu Bahasa Indonesia. Memang cukup sulit, tetapi karena saya akan berada di sini lebih dari tiga tahun, saya yakin bisa berbicara Bahasa Indonesia. Masyarakat Unhas juga sangat baik, kami mendapatkan sambutan yang luar biasa,” jelas Paschal.

Paschal juga menyampaikan bahwa kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri merupakan salah satu impiannya. Ia berharap dapat memberikan kontribusi positif selama menjadi bagian dari Universitas Hasanuddin.

“Belajar di luar negeri adalah impian saya, dan impian itu terwujud di Universitas Hasanuddin. Saya bangga menjadi mahasiswa Unhas dan saya akan menjadi salah satu duta terbaik Universitas Hasanuddin,” ungkapnya.

Kehadiran mahasiswa internasional dari berbagai negara menjadi bagian dari upaya Universitas Hasanuddin dalam membangun lingkungan pendidikan yang semakin terbuka terhadap keberagaman global.

Melalui program International Student Orientation Tahun Akademik 2026/2027, Unhas tidak hanya memperkenalkan sistem akademik dan layanan kampus, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa internasional untuk memulai perjalanan pendidikan mereka dengan pemahaman terhadap lingkungan baru.

(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)