
Emosi Bek Chelsea Reece James nyaris meledak dalam derbi London Barat dengan Fulham di Craven Cottage, London, Senin (24/8/2026). (Screenshot The Sun)
Sayangnya, euforia serangan Chelsea harus dibayar mahal oleh kecerobohan di lini belakang. Kiper Robert Sanchez, yang kerap menjadi sorotan karena inkonsistensinya, kembali melakukan dua kesalahan fatal.
Pada gol penyeimbang Fulham yang dicetak oleh Josh King, Sanchez terlihat salah posisi dan gagal menghentikan bola dengan baik di tiang dekat.
Kesalahan tersebut bermula dari ketidakmampuan Rogers mengikuti pergerakan King, namun akhinya adalah kegagalan Sanchez mengamankan gawang.
Di babak kedua, saat Chelsea unggul 3-1, Sanchez kembali membuat kesalahan dengan hanya mampu menepis tembakan Timothy Castagne ke arah kepala Gonzalo Garcia.
Bola pun meluncur masuk ke gawang, memperkecil jarak menjadi 2-3. Meskipun Garcia sendiri mengaku tak begitu sadar dengan gol perdananya itu, namun blunder Sanchez-lah yang menjadi penyebab utama.
Penampilan Sanchez ini tentu menjadi bahan evaluasi serius bagi Xabi Alonso. Penggemar Chelsea yang hadir di Craven Cottage pun tak bisa menahan kekhawatiran.
Kiper Spanyol itu memang kerap membuat penyelamatan gemilang, namun kesalahan-kesalahan individualnya kerap mengancam kemenangan tim. Di pertandingan selanjutnya, bisakah Alonso mempertahankan Sanchez atau justru mulai melirik opsi lain di bursa transfer?
Laga ini juga menjadi ajang pembuktian bagi lini tengah Chelsea. Tanpa Moises Caicedo yang cedera, Romeo Lavia dan Enzo Fernandez harus bekerja ekstra keras. Lavia bahkan harus menerima kartu kuning karena pelanggaran keras di awal babak pertama.
Sementara itu, Fernandez yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-65 mendapat sambutan negatif dari sebagian pendukung Chelsea.
Kabar mengenai ketertarikannya pada Manchester City menjelang penutupan bursa transfer membuat namanya menjadi sorotan. Namun, pendukung lain tetap menyanyikan namanya, menunjukkan perpecahan di antara suporter.
Fulham sendiri tak mau menyerah. Mereka terus menekan sepanjang pertandingan. Di babak kedua, setelah Garcia memperkecil kedudukan, Fulham nyaris menyamakan skor lewat peluang Rodrigo Muniz dan Antonee Robinson.
Namun, Sanchez melakukan satu penyelamatan penting dari tembakan Ryan Sessegnon, dan beberapa peluang lainnya melenceng tipis di sisi gawang.
Xabi Alonso pasti tersenyum lega. Tiga poin di laga tandang adalah hasil yang sempurna, meski dengan cara yang mencekam.
Ia juga bisa tersenyum melihat performa trio penyerangnya yang tampil trengginas. Namun, jika ingin bersaing di papan atas, Chelsea harus segera memperbaiki masalah di lini belakang.
Dua kartu kuning yang diterima Levi Colwill dan Romeo Lavia menunjukkan tensi tinggi. Colwill, yang biasanya andal, terlihat goyah dengan beberapa kesalahan umpan.
Sementara bek kanan Josh Acheampong, yang menggantikan Wesley Fofana yang diskors, justru tampil meyakinkan dengan sejumlah tekel krusial yang menggagalkan peluang Fulham.
Dengan kemenangan ini, Chelsea untuk sementara memuncaki klasemen Premier League. Meski baru pekan pertama, optimisme mulai muncul di kalangan pendukung.
"Ini akan menjadi perjalanan yang menyenangkan," tulis beberapa pengamat. Tapi perjalanan itu tetap penuh teka-teki, terutama jika Sanchez terus menjadi momok di bawah mistar. (*)






_6-300x201.webp)
-300x178.webp)
