PINRANG, UNHAS.TV — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi siswa SDN 184 Pinrang pada 24 Juli, 4 Agustus, dan berpuncak pada 5 Agustus 2026 melalui pengenalan huruf hijaiyah serta latihan membaca surah-surah pendek untuk memperkuat kemampuan dasar membaca Al-Qur’an.
Pagi itu, ruang belajar yang biasanya dipenuhi pelajaran sekolah berubah menjadi tempat perjumpaan menyenangkan antara mahasiswa dan anak-anak yang sedang menapaki langkah awal mengenal aksara Al-Qur’an.
Di hadapan para siswa, huruf alif, ba, ta, tsa, hingga rangkaian huruf berikutnya tidak sekadar diperkenalkan sebagai simbol, tetapi dilafalkan, diulang, dan dihubungkan dengan bacaan yang akrab dalam kehidupan keagamaan mereka.
Kegiatan bertajuk Mengajar Pendidikan Agama Islam: Mengenal Huruf-Huruf Hijaiyah dan Membaca Surah-Surah Pendek tersebut merupakan bagian dari KKNT Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Unhas periode Juni–Agustus 2026.
Secara kelembagaan, KKN menjadi pelaksanaan salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi yang membawa mahasiswa keluar dari ruang kuliah untuk memahami persoalan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi berbasis pengetahuan di tingkat lokal, sebagaimana dijelaskan dalam laman resmi KKN Universitas Hasanuddin.
Dari Mengenal Huruf Menuju Kemampuan Membaca
Penanggung jawab program, Marsyah Ramadhani Rusman, menjelaskan bahwa pengenalan huruf hijaiyah dipilih sebagai fondasi karena kemampuan membedakan bentuk dan melafalkan setiap huruf akan memudahkan anak-anak ketika mulai membaca rangkaian ayat Al-Qur’an.

Mahasiswa KKNT Unhas membimbing siswa SDN 184 Pinrang mengenal huruf hijaiyah dan membaca Al-Qur’an. (Foto: Dok.Pribadi).
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa semakin mengenal huruf hijaiyah, lebih mudah membaca Al-Qur’an, dan mampu mengamalkan surah-surah pendek dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Marsyah.
Sebelum memasuki kelas, mahasiswa KKNT terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menyelaraskan jadwal, menentukan materi, serta menyesuaikan cara penyampaian dengan tingkat kemampuan para siswa.
Pembelajaran dilakukan secara bertahap melalui pengenalan bentuk dan bunyi huruf, pengulangan bacaan, pendampingan individual, serta latihan membaca surah pendek agar siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami proses pembentukan bacaannya.
Pendekatan bertahap tersebut sejalan dengan praktik pembelajaran Al-Qur’an ramah anak yang mengantarkan peserta didik dari pengenalan huruf, pelafalan sesuai makhraj, hingga pembacaan ayat secara lebih lancar dan sistematis, sebagaimana dikembangkan dalam program literasi Al-Qur’an Kementerian Agama.
Kepala SDN 184 Pinrang menyambut kegiatan tersebut karena mahasiswa menghadirkan suasana belajar yang hidup sekaligus memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mempelajari dasar-dasar bacaan Al-Qur’an.
“Program ini bermanfaat karena anak-anak belajar dengan bersemangat, mengenal huruf hijaiyah, dan membaca surah-surah pendek secara bertahap sehingga mereka semakin termotivasi mencintai Al-Qur’an,” ujar kepala sekolah.
Seorang siswa mengaku lebih mudah mengingat huruf hijaiyah karena mahasiswa menyampaikan materi dengan cara yang dekat, sederhana, dan menyenangkan.
“Saya senang belajar bersama kakak-kakak mahasiswa KKN karena cara belajarnya menyenangkan dan membantu saya mengingat huruf hijaiyah serta membaca surah pendek,” tuturnya.
Puncak Pembelajaran, 5 Agustus 2026
Setelah membuka rangkaian pembelajaran pada Jumat, 24 Juli 2026, kemudian memperkuat latihan pada Selasa, 4 Agustus 2026, para mahasiswa menjadikan pertemuan Rabu, 5 Agustus 2026, sebagai puncak kegiatan untuk menegaskan kembali pengenalan huruf hijaiyah dan kemampuan membaca surah-surah pendek.

Suasana kelas menghidupkan pembelajaran surah pendek bersama mahasiswa KKNT Unhas dan siswa SDN 184 Pinrang. (Foto: Dok.Pribadi).
Pada pertemuan terakhir itu, keberanian siswa mengikuti bacaan, mengulang pelafalan, dan mencoba membaca secara mandiri menjadi penanda penting bahwa pembelajaran agama dapat tumbuh melalui suasana yang sabar, interaktif, dan menggembirakan.
Program tersebut juga beririsan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs Keempat tentang pendidikan berkualitas karena memperluas kesempatan belajar yang inklusif sekaligus memperkuat dimensi pengetahuan, karakter, dan spiritualitas anak.
Bagi mahasiswa KKNT Unhas, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari selesainya jadwal pada 5 Agustus 2026, tetapi dari tumbuhnya keberanian anak-anak membuka Al-Qur’an, mengenali aksaranya, dan melanjutkan pembelajaran bersama guru serta keluarga.
Dari sebuah huruf alif yang dilafalkan perlahan di ruang kelas SDN 184 Pinrang, mahasiswa dan siswa akhirnya membangun jembatan kecil menuju kecintaan yang lebih besar terhadap Al-Qur’an.(*)
Semangat literasi Al-Qur’an menyatukan mahasiswa KKNT Unhas dan pelajar SDN 184 Pinrang dalam kebersamaan. (Foto: Dok.Pribadi).








