UNHAS.TV - Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin Prof Sukri Palutturi SKM MKes MSc PH PhD menjadi narasumber pada kuliah tamu di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026).
Pada kuliah bertajuk "Healthy Cities: Kepemimpinan, Kebijakan Multisektor, dan Inovasi untuk Penataan Masalah Kesehatan Perkotaan” itu, Prof Sukri menenakan perubahan paradigma pembangunan kesehatan perkotaan, dari pendekatan yang berorientasi pada pelayanan kesehatan menuju tata kelola pembangunan yang menempatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan bersama berbagai sektor.
Prof Sukri menyebutkan bahwa tantangan kesehatan perkotaan semakin kompleks seiring meningkatnya urbanisasi, perubahan lingkungan, pertumbuhan penduduk, dan ketimpangan sosial. Penyakit tidak menular, penyakit menular, pencemaran udara, perubahan iklim, keterbatasan ruang terbuka hijau, hingga persoalan kesehatan mental tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi sektor kesehatan.
"Kota sehat tidak semata-mata dibangun dengan memperbanyak rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan. Kota sehat dibentuk melalui kepemimpinan yang kuat, kebijakan lintas sektor, partisipasi masyarakat, serta inovasi yang mampu menciptakan lingkungan kehidupan yang lebih sehat dan berkeadilan," ujar Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas.
Prof. Sukri menjelaskan bahwa konsep Healthy Cities yang dikembangkan World Health Organization (WHO) merupakan pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan dimensi kesehatan ke dalam berbagai kebijakan perkotaan.
Menurutnya, keberhasilan kota sehat tidak hanya ditentukan oleh pencapaian indikator administratif atau penghargaan, tetapi terutama oleh proses berkelanjutan dalam memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan masyarakat.
Pendekatan ini telah diadaptasi melalui program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Indonesia, yang memerlukan sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal.
Prof Sukri juga menguraikan pentingnya pendekatan Health in All Policies (HiAP), yaitu prinsip bahwa setiap kebijakan pembangunan perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Dengan demikian, kebijakan transportasi, perumahan, tata ruang, pendidikan, lingkungan hidup, hingga pembangunan ekonomi perlu dirancang secara terpadu untuk mendukung terciptanya kota yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Salah satu penekanan penting dalam kuliah tamu tersebut adalah perlunya kepemimpinan yang mampu melampaui batas kelembagaan dan sektoral.
Prof Sukri juga membahas berbagai bentuk inovasi yang dapat mempercepat pembangunan kota sehat. Inovasi tersebut mencakup pemanfaatan data geospasial untuk memetakan ketimpangan kesehatan, pengembangan dasbor indikator kota sehat, perencanaan kota yang ramah pejalan kaki, peningkatan ruang terbuka hijau, serta pemberdayaan masyarakat melalui inovasi sosial.(*)
UNJANI - Prof Sukri Palutturi SKM MKes MSc PH PhD menjadi narasumber pada kuliah tamu di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026). Foto: FKM Unhas








