Lingkungan
Makassar

DLH Makassar Tegaskan Target Bebas Sampah 2029 Bakal Tercapai Jika Semua Bergerak Bersama

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Dr Helmy Budiman SSTP MM. (dok unhas tv)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menetapkan target ambisius: Makassar Bebas Sampah 2029.

Dinas Lingkungan Hidup menegaskan bahwa target ini hanya bisa terwujud apabila seluruh elemen masyarakat ikut terlibat aktif. Mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan, hingga warga di tingkat kelurahan.

Kepala DLH Makassar, Dr Helmy Budiman SSTP MM, mengakui bahwa target lima tahun tersebut merupakan pekerjaan besar dan nyaris mustahil jika hanya mengandalkan pemerintah.

“Kalau hanya pemerintah yang bergerak, tidak mungkin. Sampah ini diproduksi oleh semua orang. Maka semua orang juga harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Dalam pola lama, masyarakat kerap menyerahkan seluruh urusan kebersihan dan sampah kepada pemerintah. Setiap ada masalah, warga menyalahkan walikota atau DLH. Paradigma ini yang ingin diubah oleh DLH.

“Dulu kalau ada masalah sampah, semua tanya walikota. Walikota tanya ke DLH, DLH tanya ke camat. Sekarang harus berbeda. Kunci keberhasilan itu kesadaran diri kita sendiri,” kata Helmy.

Karena itu, berbagai program seperti pemilahan sampah dari rumah, kolaborasi RT/RW, hingga penguatan komunitas lingkungan kini masuk ke dalam fokus transformasi kota.

DLH juga menggandeng berbagai komunitas, lembaga pendidikan, dan organisasi lingkungan untuk bergerak bersama dalam gerakan Makassar Bebas Sampah.

“Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kita gandeng akademisi, komunitas, anak-anak muda, dunia usaha, semuanya. Tanpa kolaborasi, target 2029 hanya mimpi,” ujarnya.

Program Jelajah Sampah menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut. Melalui program ini, masyarakat diperkenalkan pada pola hidup baru yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Meski tantangan besar, Helmy tetap yakin bahwa target 2029 bukan hal mustahil. “Sangat mungkin sepanjang seluruh elemen mendukung. Kalau semua bergerak, kebiasaan berubah, pemilahan berjalan, 2029 bukan hanya slogan, tapi kenyataan,” tegasnya.

Helmy menambahkan bahwa kebersihan dan pengelolaan sampah adalah persoalan bersama, bukan hanya tugas pemerintah. “Kita bicara tentang masa depan Makassar. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

(Rahmatia Ardi / Unhas TV)