MAKASSAR, UNHAS.TV - Panitia Kurban Masjid Ikhtiar Perdos Unhas Tamalanrea melakukan rangkaian pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban sebelum daging dibagikan kepada masyarakat.
Pemeriksaan dilakukan sejak sapi masih berada di peternakan asal hingga setelah proses penyembelihan saat Iduladha dan hari tasyrik.
Sebanyak 59 ekor sapi didatangkan dari Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Gowa untuk pelaksanaan kurban di Masjid Ikhtiar Perdos Unhas Tamalanrea.
Pemeriksaan melibatkan dosen dan mahasiswa dari Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran, Fakultas Peternakan, serta Program Studi Paramedik Veteriner Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin.
Dosen Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Unhas, drh Rian Hari Suharto MSc mengatakan pemeriksaan pertama dilakukan langsung di peternakan asal. Tim dokter hewan bersama panitia mengecek kondisi sapi secara umum sebelum hewan dibawa ke lokasi penyembelihan.
“Jadi tim kami berangkat ke peternak asal untuk periksa kesehatannya secara umum, apakah sapinya layak dijadikan hewan kurban,” kata Rian.

Dosen Prodi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Unhas, drh Rian Hari Suharto MSc. (Unhas TV/Iffa Aisyah Rahman)
Setelah tiba di lokasi penyembelihan, sapi kembali menjalani pemeriksaan fisik. Menurut Rian, cuaca panas menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kondisi hewan tetap stabil sebelum disembelih. Panitia berupaya memastikan sapi tetap terhidrasi dengan pemberian air minum secara berkala.
“Kami berusaha semaksimal mungkin supaya sapi-sapinya tetap terhidrasi, dengan memberikan air minum secara terus-menerus dan memandikan sapi supaya suhu tubuhnya turun,” ujarnya.
Pemeriksaan tidak berhenti pada tahap sebelum penyembelihan. Setelah sapi disembelih, tim juga memeriksa organ dalam, seperti hati, paru, dan limpa. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bagian yang terindikasi penyakit atau tidak layak konsumsi.
Rian mengatakan mahasiswa yang terlibat sebelumnya telah mendapat pembekalan mengenai pemeriksaan organ pascapenyembelihan, termasuk cara mendeteksi infeksi seperti cacing hati. Jika ditemukan organ yang tidak normal, bagian tersebut akan dieliminasi.
Hingga proses penyembelihan berlangsung pada siang hari, panitia belum menemukan organ yang terinfeksi cacing hati. Jika ada organ yang dinilai tidak layak konsumsi, panitia akan menguburnya untuk mencegah risiko kesehatan.
Rian menegaskan rangkaian pemeriksaan ini dilakukan agar daging kurban yang didistribusikan tetap aman, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat.
(Iffa Aisyah Rahman / Andrea Karina / Unhas TV)
DAGING KURBAN - Dokter Hewan dari Prodi Kedokteran Hewan FK Unhas mengawal daging Kurban di Masjid Ikhtiar, Rabu (27/5/2026). Hal itu dilakukan untuk memastikan daging sapi aman untuk dikonsumsi warga. (Unhas TV/Iffa Aisyah Rahman)








