MAKASSAR, UNHAS.TV - Masjid IKhtiar, Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, kembali menjadi lokasi penyembelihan hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1447 H atau bertepatan dengan Rabu (27/5/2026).
Hal menarik adalah juru sembeli yang terlibat langsung dalam proses penyembelihan hewan kurban merupakan dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin bernama Drs Adnan Nasution MSi.
Pada pelaksanaan kurban tahun ini, panitia menyembelih sebanyak sembilan ekor sapi dan dua ekor kambing. Seluruh proses penyembelihan dilakukan dengan menerapkan standar Juru Sembelih Halal atau Juleha yang telah dipelajari melalui pelatihan bersertifikat nasional.
Adnan mengungkapkan, dirinya telah mengikuti pelatihan Juleha sebanyak tiga kali. Menurutnya, keterlibatan sivitas akademikan dalam proses penyembelihan menjadi bentuk pengabdian sekaligus pendidikan kepada masyarakat mengenai pentingnya penyembelihan halal yang sesuai syariat Islam.
"Penyembelihannya itu sesuai dengan standar juru sembelih halal yang sudah kami pelajari melalui pelatihan bersertifikat nasional. Saya sendiri sudah sekitar tiga kali mengikuti pelatihan Juleha, sehingga dalam proses penyembelihan kami benar-benar memperhatikan tata cara yang sesuai syariat, mulai dari perlakuan terhadap hewan hingga teknik penyembelihannya," ujar Adnan.
Dalam proses penyembelihan, Adnan menggunakan lima bilah pisau yang telah memenuhi standar penyembelihan halal. Ketajaman alat menjadi perhatian utama agar hewa dapat disembelih dengan cepat dan mengurangi rasa sakit pada hewan.
Selain penggunaan alat yang sesuai standar, tata cara penyembelihan juga dilakukan mengikuti syariat Islam, mulai dari posisi hewan yang diarahkan menghadap kiblat, hingga proses pemotongan yang harus segera dilakukan setelah hewan direbahkan.
"Alat sembelih yang kami gunakan juga sudah memenuhi standar. Pisau harus benar-benar tajam supaya hewan lebih mudah disembelih dan tidak terlalu merasakan sakit.
Tata caranya juga hewan harus diarahkan menghadap kiblat, lalu setelah direbahkan itu harus segera dipotong. Kerongkongan dan saluran-saluran penting lainnya wajib terputus sebagai syarat terpenuhinya penyembelihan," Jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat empat saluran penting yang wajib terputus agar penyembelihan dinyatakan sah secara syariat. Keempat saluran tersebut adalah tenggorokan, kerongkongan, dan dua urat leher kanan dan kiri agar darah mengalir sempurna.
Universitas Hasanuddin terus menunjukkan komitmennya meningkaykan keahlian juru sebelih halal melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi. Salah satunya melalui pelatihan Juleha yang difasilitasi Fakultas Vokasi Unhas bersama mitra pemerintah sebagai upaya meningkatkan standar penyembelihan halal di masyarakat.(*)
Iffa Aisyah Rahman dan Andrea Karina (UNHAS TV)
JULEHA - Dosen Unhas Drs Adnan Nasuton MSi yang memegang sertifikasi Juleha (tengah) bersama dengan Wakil Rektor Unhas Prof Adi Maulana (kanan) melaksanakan penyembelihan hewan kurban di Masjid Ikhtiar Perdos Tamalanrea, Makassar, Rabu (27/5/2026). (Unhas TV / Iffa Aisyah)







_7-300x189.webp)
