MAKASSAR, UNHAS.TV - Dua orang jamaah calon haji kloter pertama asal Kabupaten Soppeng batal diberangkatkan ke Tanah Suci. Keputusan ini diambil setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis di Asrama Haji Sudiang, Makassar, pada Selasa (21/4/2026) malam.
Kedua jamaah calon haji tersebut diketahui mengalami masalah kesehatan. Salah satunya mengalami kondisi kesehatan yang menurun drastis hingga harus dirujuk ke rumah sakit.
Sementara itu, seorang jamaah lainnya dinyatakan hamil sepuluh minggu dan tidak memenuhi persyaratan untuk terbang ke Arab Saudi.
Kegiatan pemberangkatan jamaah calon haji kloter pertama asal Kabupaten Soppeng semula dijadwalkan untuk berangkat pada Rabu (22/42026) dini hari, melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Sebelumnya, seluruh jamaah telah menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari paspor keberangkatan hingga pemeriksaan barang bawaan menggunakan mesin X-ray.
Namun, dari total 393 jamaah calon haji yang terdaftar, dua orang tersebut harus ditunda dan untuk sementara batal berangkat.
"Mereka berdua batal berangkat. Seorang jamaah mengalami penurunan kesehatan yang cukup signifikan dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail.
"Sementara itu, seorang jamaah lainnya diketahui positif hamil dengan usia kehamilan sepuluh minggu, yang berdasarkan aturan Kementerian Kesehatan, tidak memenuhi syarat untuk terbang," jelasnya.
.webp)
IBADAH HAJI - Jamaah Calon Haji Kloter 1 Sulsel asal Soppeng tengah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum pemberangkatan ke Tanah Suci, Selasa (21/4/2026). (Unhas TV/Wandi Nojeng)
Meski mereka batal, keberangkatan kedua jamaah ini ditunda. Sesuai aturan untuk kasus hamil, tetap akan diberangkatkan pada tahun depan.
Hal ini mengacu pada regulasi yang menyatakan bahwa jamaah haji dengan usia kehamilan 16-24 minggu diperbolehkan terbang, sementara mereka yang hamil di bawah 16 minggu atau lebih dari 24 minggu tidak diizinkan.
Bagi jamaah yang sakit, seperti yang mengalami penurunan kondisi, akan diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan sehat oleh tim medis.
"Terkait pembatalan, sudah sesuai prosedur aturan. Untuk jamaah yang sakit, kami akan berangkatkan mereka pada kloter selanjutnya setelah kondisinya membaik," jelas Ikbal.
Sementara itu, jumlah jamaah calon haji yang akan diberangkatkan pada kloter pertama tetap mencapai 391 orang. Mereka akan diterbangkan ke Tanah Suci sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Dengan adanya dua jamaah yang batal berangkat, PPIH Embarkasi Makassar memastikan bahwa proses verifikasi kesehatan jamaah calon haji dilakukan dengan sangat teliti demi keselamatan dan kenyamanan mereka selama melaksanakan ibadah haji.
Selain itu, pihak PPIH juga memastikan bahwa segala prosedur kesehatan dan aturan keberangkatan haji dipatuhi dengan ketat sesuai regulasi yang ada.
Meskipun ada dua jamaah yang batal berangkat, proses pemberangkatan kloter pertama tetap berjalan lancar, dan diharapkan jamaah yang berangkat akan dapat menjalankan ibadah haji dengan sehat dan selamat.
(Wandi Nojeng / Unhas TV)
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail. (Unhas TV / Wandi Nojeng)








