SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin menyusun peta administrasi Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Selasa (27/1/2026) lalu.
Program ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola wilayah berbasis data spasial yang akurat dan terdokumentasi.
Inisiator kegiatan, Sitti Nur Afni, mahasiswa Fakultas Kehutanan Program Studi Kehutanan Unhas, mengatakan penyusunan peta tersebut dilatarbelakangi kebutuhan pemerintah kelurahan akan panduan resmi batas wilayah.
Selama ini, informasi batas Kelurahan Massepe dengan desa atau kelurahan tetangga lebih banyak diketahui secara lisan, tanpa representasi visual yang memadai.
“Melalui peta ini, warga dapat melihat secara jelas batas wilayah serta lokasi titik-titik penting, seperti kantor kelurahan, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya,” kata Afni.
Ia menjelaskan, penyusunan peta dilakukan melalui sejumlah tahapan teknis. Tahap awal berupa pengunduhan data SHP—data digital berbentuk shapefile—dari instansi pemerintah, antara lain Badan Informasi Geospasial.
Data tersebut menjadi dasar untuk memastikan batas wilayah yang digunakan sesuai ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.
Setelah itu, Afni melakukan survei lapangan guna memverifikasi serta melengkapi data. Pengambilan titik koordinat fasilitas penting dilakukan menggunakan kamera bertanda waktu (timestamp), sehingga garis lintang dan bujur dapat direkam secara presisi.
Titik-titik tersebut mencakup kantor kelurahan, Puskesmas Pembantu (Pustu), sekolah, rumah ibadah, hingga fasilitas umum lainnya yang menjadi pusat aktivitas warga.
“Data lapangan kemudian diolah dan dipadukan dengan data digital hingga menghasilkan peta administrasi yang utuh dan informatif,” ujarnya.
Menurut Afni, keberadaan peta administrasi memiliki arti penting bagi masyarakat Kelurahan Massepe. Peta tersebut dapat membantu warga memahami batas kepemilikan lahan dan alamat administratif yang sah.
Selain itu, dokumen spasial ini juga dapat menjadi rujukan resmi dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan.
Bagi pihak luar, kata dia, peta itu berfungsi sebagai panduan untuk mengenali potensi wilayah. Salah satu yang menonjol adalah sentra kerajinan pandai besi yang telah lama menjadi ikon Kelurahan Massepe.
Dengan adanya peta administrasi yang jelas, lokasi sentra tersebut dapat dengan mudah diidentifikasi dan dipromosikan sebagai bagian dari potensi ekonomi lokal.
Sebagai tahap akhir, peta hasil olahan dicetak dalam bentuk poster berukuran besar. Poster tersebut dipasang di dua titik utama, yakni Kantor Kelurahan Massepe dan Pustu Massepe, serta sejumlah lokasi strategis lainnya agar mudah diakses masyarakat.
Pemasangan poster tersebut diharapkan mendorong warga untuk memahami wilayahnya secara lebih komprehensif.
Program kerja individu ini dinyatakan rampung setelah seluruh titik koordinat fasilitas penting berhasil dikumpulkan dan terdokumentasi.
Dokumen peta administrasi yang dihasilkan kini dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan, penataan ruang, serta pengambilan kebijakan di tingkat kelurahan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Unhas berupaya menghadirkan kontribusi konkret bagi tata kelola wilayah berbasis data.
Peta administrasi Kelurahan Massepe menjadi salah satu bentuk dukungan akademik terhadap kebutuhan pemerintah dan masyarakat dalam membangun wilayah yang lebih terorganisir dan terukur.
(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
PETA ADMINISTRASI. Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin Sitti Nur Afni, menyerahkan peta administrasi ke kepala Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Selasa (27/1/2026) lalu. (dok Sitti Nur Afni)


-300x169.webp)





