Sport

FIFA Jatuhkan Sanksi Berat kepada Sumardji: Dilarang Mendampingi Timnas dan Denda Ratusan Juta Rupiah

DENDA - Mantan Manajer Timnas Sepakbola Indonesia, Sumardji, didenda ratusan juta Rupiah dan larangan mendampingi Timnas Indonesia.

JAKARTA, UNHAS.TV - Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI sekaligus Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, resmi dijatuhi sanksi berat oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). 

Hukuman ini berupa larangan mendampingi Timnas Indonesia di 20 pertandingan serta denda sebesar 15.000 Franc Swiss (setara sekitar Rp 324 juta).

Sanksi diberikan karena Sumardji dinilai melakukan "perilaku kekerasan" terhadap wasit asal China, Ma Ning, usai pertandingan Timnas Indonesia melawan Irak pada babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, tepatnya pada 11 Oktober 2025. 

Insiden terjadi ketika Sumardji mendorong wasit tersebut di tengah situasi panas pasca-laga. Menurut laporan dari media Irak (Football Gallery) yang dikutip berbagai sumber, FIFA telah memutuskan secara final setelah upaya banding dari pihak Sumardji ditolak. 

Keputusan ini diumumkan resmi oleh Komite Disiplin FIFA. "Sebelum dipisahkan oleh pemain yang mencegah, Tergugat melanjutkan serangannya kepada wasit. Sebagai tanggapan atas serangan itu, wist lalu menunjukkan kartu merah kepada Tergugat," demikian bagian dari keputusan FIFA itu.

Sumardji sendiri dikabarkan kecewa dengan vonis tersebut dan menyebutnya "tidak masuk akal" atau "tidak masuk nalar", karena menurutnya tindakannya tidak seberat yang dituduhkan. 

Namun, PSSI dan Sumardji dipastikan harus mematuhi putusan FIFA ini. Sebelumnya, Sumardji juga pernah mendapat sanksi lebih ringan dari FIFA pada 2024, yaitu larangan mendampingi tim selama 4 pertandingan (kemudian dipotong setelah banding diterima) plus denda sekitar Rp 89-90 juta karena protes keras terhadap wasit saat laga melawan Bahrain pada Oktober 2024.

Sanksi terbaru ini menjadi salah satu yang terberat bagi official Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, dan berpotensi memengaruhi peran Sumardji di timnas ke depan, termasuk pada agenda FIFA Matchday atau kompetisi mendatang.

Sumardji sendiri telah mengundurkan diri dari jabatan manajernya di akhir 2025 setelah hasil buruk di SEA Games, tetapi sanksi ini tetap berlaku untuk kegiatan terkait timnas.(*)