Lingkungan
Pendidikan

FKM Unhas dan Monash University Perkuat Kolaborasi Riset Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan

RISET KESEHATAN - Profesor Karin Leder dari Monash University Australia memaparkan riset iklim dan kesehatan dalam kuliah tamu di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, Makassar, Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan ini memperkuat kolaborasi penelitian air, sanitasi, dan lingkungan. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Perubahan iklim dan kondisi lingkungan permukiman menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.

Persoalan tersebut menjadi fokus kuliah tamu bertajuk “Future Research on Climate Impact on Health” yang diselenggarakan Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-44 FKM Unhas, dengan menghadirkan Prof. Karin Leder, profesor bidang Planetary Health dari Monash University, Australia, sebagai pembicara.

Melalui kegiatan tersebut, pembahasan diarahkan pada hubungan perubahan iklim, kondisi lingkungan, dan kesehatan masyarakat, sekaligus menyoroti keberlanjutan kerja sama penelitian antara Unhas dan Monash University.

Prof. Karin Leder menjelaskan bahwa kolaborasinya dengan Universitas Hasanuddin telah berlangsung hampir sepuluh tahun, termasuk melalui kerja sama dengan Prof. Ansha dalam pelaksanaan proyek Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE).

Proyek tersebut merupakan penelitian yang berfokus pada peningkatan kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat di 12 permukiman informal melalui pengembangan infrastruktur air dan sanitasi.

Menurut Karin, penelitian RISE bertujuan memperbaiki kondisi air dan sanitasi sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.



RISET KESEHATAN - Profesor Karin Leder dari Monash University Australia memberikan kuliah tamu di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, Makassar, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini memperkuat kolaborasi penelitian air, sanitasi, dan lingkungan. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)


Infrastruktur yang dikembangkan dirancang oleh para insinyur dan arsitek bersama masyarakat setempat untuk mengurangi kontaminasi lingkungan serta meningkatkan ketahanan permukiman terhadap banjir dan tantangan iklim lainnya.

“We are working on a project called RISE, revitalizing informal settlements and their environments,” ujar Karin.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi lingkungan permukiman, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal di dalamnya.

Salah satu fokus utama penelitian RISE adalah kesehatan anak-anak berusia di bawah lima tahun yang dinilai lebih rentan terhadap paparan kontaminasi lingkungan.

Karin menjelaskan bahwa penelitian dilakukan dengan membandingkan komunitas yang menerima peningkatan infrastruktur air dan sanitasi dengan komunitas pembanding yang belum menerima intervensi tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan randomized controlled trial atau uji coba terkontrol secara acak untuk mengevaluasi dampak pengembangan infrastruktur terhadap kesehatan masyarakat.

“We're particularly aiming to improve the health of the young children, the children under five, who are most vulnerable to contamination in the environment,” jelas Karin.

Dalam pelaksanaannya, tim peneliti mengumpulkan berbagai data kesehatan dan lingkungan, mulai dari pemantauan nyamuk, suhu dan kelembapan, hingga pengambilan sampel tanah, air, tinja anak, serta darah. Penelitian tersebut juga melibatkan survei terhadap masyarakat.

Karin mengungkapkan bahwa pengumpulan sampel baru saja diselesaikan pada pekan sebelumnya. Namun, seluruh analisis belum rampung sehingga dampak peningkatan infrastruktur terhadap kesehatan masyarakat masih perlu dievaluasi berdasarkan hasil penelitian.

Dengan demikian, penelitian RISE belum dapat disimpulkan telah menghasilkan peningkatan kesehatan tertentu sebelum keseluruhan data dianalisis.

Kolaborasi Penelitian Berbagai Negara 

Selain membahas pelaksanaan penelitian RISE, Karin menyoroti pentingnya kerja sama lintas negara dan lintas disiplin ilmu dalam menghadapi persoalan lingkungan dan kesehatan.

Menurutnya, proyek RISE menjadi contoh kolaborasi yang melibatkan Indonesia, Australia, Fiji, dan Amerika Serikat, serta mempertemukan berbagai bidang keilmuan.

Bidang-bidang tersebut mencakup kesehatan masyarakat, ekologi, lingkungan, teknik, dan arsitektur. Keterlibatan berbagai disiplin diperlukan karena persoalan kesehatan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga kondisi lingkungan dan infrastruktur tempat tinggal.

“I think RISE has been a wonderful example of collaboration both across countries, Australia and Indonesia, and also Fiji and the US, but also across disciplines,” ungkap Karin.



RISET KESEHATAN - Profesor Karin Leder dari Monash University Australia memberikan kuliah tamu di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, Makassar, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini memperkuat kolaborasi penelitian air, sanitasi, dan lingkungan. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)


Ia menyampaikan harapan agar bentuk kerja sama penelitian lintas negara dan lintas disiplin tersebut dapat terus dikembangkan melalui program-program berikutnya.

Sebagai bagian dari keberlanjutan kolaborasi, Karin turut mengungkapkan adanya proyek penelitian baru bernama ICARS yang berfokus pada resistansi antimikroba atau antimicrobial resistance.

Menurutnya, Prof. Ansha telah berhasil memperoleh pendanaan untuk penelitian tersebut. Proyek ini menjadi salah satu bentuk pengembangan kerja sama yang diharapkan dapat melanjutkan pendekatan kolaboratif sebagaimana diterapkan dalam RISE.

“And one of the programs that we are, we have, Prof. Ansha has successfully got money for, is to look at antimicrobial resistance. It's a new project called ICARS,” jelas Karin.

Karin menekankan bahwa persoalan resistansi antimikroba juga perlu dipahami melalui keterkaitan antara lingkungan, manusia, dan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan kerja sama dari berbagai bidang keilmuan.

Melalui pengembangan penelitian tersebut, Karin berharap kolaborasi yang telah terbangun antara Universitas Hasanuddin, Monash University, dan mitra penelitian lainnya dapat terus berlanjut.

Kuliah tamu ini menjadi ruang pembahasan mengenai penelitian kesehatan yang berkaitan dengan perubahan iklim dan lingkungan, sekaligus memperkenalkan perkembangan kolaborasi internasional dalam penelitian air, sanitasi, kesehatan anak, dan resistansi antimikroba.

(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)