MAKASSAR, UNHAS.TV – Keindahan historis Benteng Rotterdam menjadi saksi bisu kemegahan malam pembukaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 hari pertama pada Selasa (23/6/2026) malam.
Dikemas dalam bentuk jamuan makan malam resmi (gala dinner), kegiatan ini sukses menyatukan 35 delegasi dari 28 negara dalam sebuah ruang diplomasi budaya yang interaktif dan penuh kehangatan.
Dalam acara ini, setiap delegasi asing berkesempatan mencicipi ragam makanan tradisional khas Makassar yang otentik.
Melalui konsep "diplomasi meja makan", kuliner lokal seperti Coto Makassar, Konro, hingga aneka takjil tradisional disajikan bukan sekadar sebagai hidangan, melainkan sebagai media pengenalan identitas sejarah jalur rempah Nusantara yang melekat di Sulawesi Selatan.
Suasana malam keakraban tersebut kian semarak dengan ditampilkannya serangkaian tarian khas Sulawesi Selatan, seperti Tari Pakarena dan Tari Empat Etnis.
Seni pertunjukan ini berhasil mempertegas kekayaan warisan budaya takbenda yang dimiliki oleh Kota Daeng di hadapan para diplomat dunia.
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam pidato sambutannya menyampaikan kebanggaan atas warisan kuliner kota ini dengan menyelipkan sebuah kelakar kultural yang hangat mengenai susahnya berdiet di Makassar.
"Makassar is proud of its rich culinary heritage. We often say that dieting is difficult in Makassar, because there is always a delicious dish waiting to enjoy it at any time of the day. We hope tonight dinner becomes your first memorable journey into the flavor of our city," ujar Munafri Arifuddin dalam pidatonya.
Dalam bahasa Indonesia, Munafri menyebutkan Makassar bangga dengan kekayaan warisan kulinernya.
"Kita sering mengatakan bahwa melakukan diet di Makassar itu sulit, karena selalu ada hidangan lezat yang siap dinikmati kapan saja. Kami berharap makan malam ini menjadi perjalanan pertama Anda yang tak terlupakan ke dalam cita rasa kota kami," ucapnya.

GASTRODIPLOMACY - Wali Kota Makassar saat memberikan sambutan dalam pembukaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Benteng Rotterdam, Makassar, Selasa (23/6/2026) malam. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)
Lebih lanjut, Walikota mengajak para delegasi internasional untuk melihat Makassar dari kacamata yang lebih luas, tidak hanya sebagai kota kuliner, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan peluang investasi di Indonesia Timur.
"During your visit, we invite you to discover Makassar not only as a culinary destination, but also as a city of history, culture, innovation, and opportunity. Through the business forum, city tour, and cultural experience, we hope you will see why Makassar continues to grow as a gateway to Eastern Indonesia and a hub for trade, tourism, education, and investment," lanjutnya secara diplomatis.
Appi --sapaan Wali Kota Makassar menegaskan, "Selama kunjungan Anda, kami mengundang Anda untuk menjelajahi Makassar bukan hanya sebagai destinasi kuliner, tetapi juga sebagai kota sejarah, budaya, inovasi, dan peluang."
Ia berharap, melalui forum bisnis, tur kota, dan pengalaman budaya, delegasi berbagai negara dapat melihat alasan, mengapa Makassar terus berkembang sebagai gerbang menuju Indonesia Timur dan pusat perdagangan, pariwisata, pendidikan, dan investasi.
Di akhir pidatonya, alumnus Fakultas Hukum Unhas ini menegaskan bahwa misi utama dari pelaksanaan IGS 2026 ini adalah memperkuat simpul persahabatan antarbangsa sekaligus membuka keran kerja sama strategis yang baru di masa depan.
"Most importantly, we hope this gathering strengthens friendship among nations and opens new opportunities for cooperation and partnership. Thank you for honoring us with your presence, please enjoy the evening, the performance, and the unique experience that wait you in Makassar," ujarnya.
"Yang terpenting, kami berharap pertemuan ini memperkuat persahabatan antar bangsa dan membuka peluang baru untuk kerja sama dan kemitraan. Terima kasih atas kehadiran Anda, semoga Anda menikmati malam ini, pertunjukan, dan pengalaman unik yang menanti Anda di Makassar," pungkasnya disambut tepuk tangan meriah dari para delegasi dunia.
Melalui perpaduan rasa, sejarah, dan seni pertunjukan ini, hari pertama IGS 2026 di Benteng Rotterdam berhasil membuktikan bahwa kebudayaan lokal mampu menjadi instrumen komunikasi global yang sangat efektif.
(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)
GASTRODIPLOMACY - Sebanyak 35 delegasi dari 28 negara menghadiri malam pembukaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Benteng Rotterdam, Makassar, Selasa (23/6/2026) malam. Pembukaan yang dikemas dalam bentuk jamuan makan malam resmi atau gala dinner ini menyatukan ruang diplomasi budaya yang interaktif dan penuh kehangatan. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)




_1-300x167.webp)



