Mahasiswa

Geography Series KUI Unhas: Jelajah Budaya dan Perluas Cakrawala

GEOGRAPHY SERIES - Direktorat Internasionalisasi dan Kantor Urusan Internasional (KUI) Unhas menggelar kegiatan Geography Series di Room B Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unhas, Kamis (15/10/2026). (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mendorong internasionalisasi kampus melalui penguatan interaksi antara mahasiswa lokal dan internasional.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Geography Series yang mengangkat pengenalan budaya Irak sebagai sarana memperluas wawasan lintas budaya dan membangun hubungan antarmahasiswa dari berbagai negara.

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Internasionalisasi dan Kantor Urusan Internasional (KUI) Unhas tersebut berlangsung di Room B Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unhas, Kamis (15/10/2026).

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai negara asal mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di Unhas, tetapi juga berkesempatan mengenal sejarah, tradisi, serta kehidupan sosial masyarakat dari latar belakang budaya yang berbeda.

Anggota Task Force Direktorat Internasionalisasi dan Kantor Urusan Internasional Unhas, Febriana Intan Permata Hati STP MSc, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan keberadaan mahasiswa internasional beserta kebudayaan negara asal mereka kepada mahasiswa lokal.

Menurut Dosen Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Unhas itu, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemahaman internasional di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui pertemuan dan pengenalan budaya, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman pembelajaran yang tidak terbatas pada kegiatan akademik di ruang kelas.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memberikan informasi kepada mahasiswa lokal mengenai keberadaan mahasiswa internasional di Unhas, salah satunya yang berasal dari Irak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya internasionalisasi mahasiswa lokal melalui pengenalan budaya dari negara yang diperkenalkan,” jelas Febriana.



Task Force Direktorat Internasionalisasi dan KUI UnhasFebriana Intan Permata Hati STP MSc. (Unhas TV/Mustika)


Ia menambahkan bahwa program pengenalan budaya tersebut telah diselenggarakan secara berkala dengan memperkenalkan sejumlah negara, antara lain Filipina, Suriah, dan Malaysia, menyesuaikan dengan keberadaan mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di Unhas.

Febriana menjelaskan bahwa salah satu sasaran utama Geography Series adalah meningkatkan pengetahuan mahasiswa lokal mengenai keberadaan mahasiswa internasional di Unhas, termasuk kebudayaan negara asal mereka.

Melalui pengenalan budaya tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan mahasiswa internasional, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membangun hubungan sosial dan memahami perspektif masyarakat dari negara lain.

Febriana berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara mahasiswa lokal dan internasional, sekaligus memperdalam pengetahuan peserta mengenai negara yang diperkenalkan, termasuk makanan, budaya, dan keseniannya.

Pengenalan budaya Irak dalam kegiatan Geography Series memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami berbagai aspek kehidupan masyarakat negara tersebut.

Selain memperkenalkan tradisi dan kebudayaan, kegiatan ini turut membuka ruang diskusi mengenai kekayaan sejarah serta tempat-tempat yang memiliki nilai historis dan keagamaan.

Mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas angkatan 2023, Nayla Wijayanti mengaku memperoleh pengetahuan baru setelah mengikuti pemaparan mengenai Irak.

Menurutnya, salah satu hal yang menarik adalah keberadaan berbagai tempat bersejarah dan keagamaan di Irak yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Islam serta perkembangan kebudayaan masyarakat.



Nayla Wijayanti, Mahasiswa Sosiologi FISIP Unhas Angkatan 2023. (Unhas TV / Mustika Syahruddin)


“Hal yang paling menarik bagi saya adalah mengetahui bahwa Irak memiliki banyak tempat bersejarah dan keagamaan. Beberapa di antaranya mungkin pernah kami dengar, tetapi sebelumnya kami belum mengetahui keterkaitannya dengan sejarah Islam secara global," ujarnya.

"Selain itu, saya juga mengetahui bahwa budaya dan tradisi masyarakat Iraq sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan,” ungkap Nayla.

Pertemuan Mahasiswa Lokal dan Internasional

Selain memperluas pengetahuan mengenai Irak, Nayla menilai Geography Series memiliki manfaat penting dalam mempertemukan mahasiswa lokal dan internasional.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa dari berbagai negara di Unhas tidak seharusnya hanya menjadi bagian dari keberagaman kampus, tetapi juga membuka kesempatan untuk saling mengenal dan bertukar pengalaman budaya.

“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena melalui program ini kami dapat mengetahui bahwa Unhas memiliki mahasiswa internasional. Kami tidak hanya datang ke kampus dan belajar di lingkungan masing-masing, tetapi juga memiliki kesempatan untuk saling mengenal budaya dan melakukan pertukaran budaya," lanjutnya.

"Jika mahasiswa internasional dapat memperkenalkan budaya mereka, mengapa kami tidak dapat memperkenalkan budaya kami kepada mereka? Karena itu, saya merasa program ini sangat penting,” ujar Nayla.

Ia juga menekankan pentingnya pertukaran budaya yang berlangsung secara timbal balik. Mahasiswa lokal tidak hanya mempelajari kebudayaan mahasiswa internasional, tetapi juga memiliki kesempatan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada mereka.

Nayla berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan cakupan peserta yang lebih luas, sehingga kesempatan mengenal budaya internasional tidak terbatas pada mahasiswa yang telah memiliki hubungan pertemanan dengan mahasiswa asing, tetapi juga menjangkau lebih banyak kalangan.

“Saya berharap program seperti ini terus ditingkatkan dan diperluas cakupannya. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya melibatkan mahasiswa yang sudah berteman dengan mahasiswa internasional, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat umum agar semakin banyak orang mengetahui bagaimana pertukaran budaya antara mahasiswa lokal dan internasional berlangsung,” tambahnya.

Selain penyampaian materi, Geography Series juga menghadirkan pengalaman interaktif melalui pengenalan tarian tradisional Irak.



Muhammad Revan Almer Alphared, mahasiswa Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Unhas. (Unhas TV / Mustika Syahruddin)


Peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan gerakan tarian bersama pemateri, sehingga pengenalan budaya tidak hanya berlangsung melalui penjelasan, tetapi juga melalui keterlibatan langsung.

Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik Unhas angkatan 2024, sekaligus bagian dari Student Volunteer International Office, Muh. Revan Almer Alphared, menilai bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam mengenal keberagaman negara dan kebudayaan dunia.

“Sebagai bagian dari International Office, menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, kami menjadi semakin memahami dan mengetahui keberadaan negara-negara lain,” ujar Revan.

Lebih lanjut, Revan menekankan bahwa interaksi merupakan unsur penting dalam membangun pemahaman antarmanusia yang memiliki latar belakang berbeda.

Menurutnya, kegiatan pengenalan budaya dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan melalui komunikasi dan pengalaman bersama.

“Menurut saya, hal terbaik yang dapat kita lakukan sebagai manusia adalah berinteraksi. Melalui Geography Series, terbuka peluang dan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mempelajari berbagai negara di dunia secara lebih mendalam,” lanjutnya.

Revan juga berharap Geography Series dapat terus dilaksanakan dengan menghadirkan negara-negara lain serta meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pertukaran budaya.

Menurutnya, keberlanjutan program penting agar semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal keberagaman masyarakat dunia.

Melalui Geography Series, Unhas berupaya menghadirkan internasionalisasi yang tidak hanya diwujudkan melalui kehadiran mahasiswa internasional, tetapi juga melalui interaksi, pertukaran pengetahuan, dan pengalaman lintas budaya yang dapat dirasakan secara langsung oleh mahasiswa.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif, memperluas wawasan global, serta mempererat hubungan antara mahasiswa lokal dan internasional di Universitas Hasanuddin.

(Mustika Syaharuddin / Mim Fargabillah / Unhas TV)