DALLAS, UNHAS.TV - Spanyol membuka peluang menghadapi Inggris di final Piala Dunia setelah menaklukkan Prancis 2-0 dalam laga semifinal di Stadion AT&T, Dallas, Texas, Rabu (15/7/2026) dini hari.
Kemenangan itu bukan semata hasil ketajaman lini depan, melainkan buah disiplin taktik, kematangan permainan, dan kemampuan pasukan Luis de la Fuente mematikan seluruh sumber ancaman lawan.
Mikel Oyarzabal membawa La Furia Roja unggul melalui tendangan penalti pada babak pertama. Pedro Porro kemudian menggandakan keunggulan menjelang satu jam pertandingan.
Dua gol itu cukup untuk meruntuhkan Prancis, tim yang datang sebagai favorit dengan lini serang paling produktif sepanjang turnamen.
Pertandingan semula diperkirakan menjadi panggung Kylian Mbappe. Namun penyerang Prancis itu justru kesulitan menemukan ruang.
Spanyol menutup jalur transisi, mempersempit ruang di tengah, dan memaksa Prancis memainkan bola jauh dari area berbahaya.
Rodri menjadi pusat kendali. Ia mengatur tempo, menjaga keseimbangan, dan memastikan timnya tidak terseret ke dalam permainan cepat yang diinginkan lawan.
Sejak awal, pola pertandingan sudah terlihat jelas. Spanyol menguasai bola, sedangkan Prancis menunggu kesempatan merebutnya untuk melancarkan serangan balik melalui Bradley Barcola, Michael Olise, dan Mbappe.
Tetapi rencana Didier Deschamps tidak berjalan. Setiap kali Prancis mencoba mempercepat permainan, para pemain Spanyol segera turun membentuk lapisan pertahanan rapat.
Porro memberi contoh penting ketika menghentikan laju Mbappe dalam sebuah serangan cepat. Intervensi itu menggambarkan kekuatan Spanyol sepanjang turnamen. Sebelum tiba di Dallas, mereka baru kebobolan satu gol.
Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte tampil tenang di jantung pertahanan, sementara Unai Simon berani keluar dari sarangnya ketika Mbappe sempat lolos dari garis pertahanan tinggi.
Gol pertama tercipta setelah Lucas Digne melakukan pelanggaran terhadap Lamine Yamal di kotak penalti.
Digne lebih dulu menyundul umpan silang Marc Cucurella, tetapi tidak melihat Yamal yang bergerak masuk. Kaki kirinya menghantam paha pemain muda Barcelona itu. Wasit asal El Salvador, Ivan Barton, menunjuk titik putih.
Oyarzabal menjalankan tugas tanpa ragu. Ia menembak keras ke sisi kiri atas gawang Mike Maignan. Gol itu menjadi gol kelimanya di turnamen dan untuk pertama kalinya membuat Prancis tertinggal dalam pertandingan Piala Dunia kali ini.

Statistik Laga Prancis vs Spanyol. (The Sun)
Situasi Prancis memburuk ketika masalah punggung William Saliba kambuh. Bek Arsenal itu harus digantikan Maxence Lacroix.
Pergantian tersebut tidak langsung mengubah organisasi pertahanan, tetapi menambah tekanan bagi Deschamps, yang sudah melihat timnya kalah dalam perebutan ruang dan ritme permainan.
Spanyol bahkan hampir menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol. Sebuah rangkaian umpan satu sentuhan antara Yamal dan Dani Olmo membuka ruang bagi Fabian Ruiz.
Peluang itu bermula dari sapuan panik Maignan yang dipotong Alex Baena. Ruiz menembak dari jarak dekat, tetapi Dayot Upamecano membelokkan bola ke luar lapangan.
Statistik babak pertama mencerminkan ketimpangan pertandingan. Prancis hanya melepaskan dua tembakan dan tidak satu pun mengarah ke gawang.
Angka itu bertolak belakang dengan penampilan mereka dalam lima pertandingan sebelumnya, ketika penjaga gawang lawan rata-rata dipaksa melakukan penyelamatan setiap 12 menit.
Perubahan di Babak Kedua
>> Baca Selanjutnya
Striker Mikel Oyarzabal merayakan gol penalti untuk membawa Spanyol unggul 1-0 di babak pertama atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. (Screenshot The Sun)







