MANCHESTER, UNHAS.TV - Ada pertandingan yang nilainya melampaui tiga angka di klasemen. Derby Manchester, Minggu (13/9/2026) kali ini, menjadi salah satunya.
Laga ini layak dikenang bukan hanya karena hasil akhirnya, melainkan karena bagaimana sebuah tim bertahan total, akhirnya mampu menjadi pemenang.
Manchester City meraih kemenangan dramatis atas Manchester United setelah bertahan lebih dari satu jam dengan sepuluh pemain.
Gol kontroversial Erling Haaland menjadi pembeda dalam pertandingan yang penuh tekanan, emosi, dan keputusan kontroversial di Stadion Etihad. Gol yang dinilai offside namun kemudian disahkan wasit.
Kemenangan tersebut menjadi bukti ketangguhan mental pasukan Enzo Maresca. Dalam kondisi tertekan setelah Phil Foden menerima kartu merah, City tetap mampu menahan gempuran tuan rumah sebelum mencuri gol kemenangan melalui Haaland.
Jika pada akhir musim Manchester City berhasil mengangkat trofi juara, laga ini berpotensi dikenang sebagai salah satu malam bersejarah dalam perjalanan mereka.
Sebuah kemenangan yang lahir bukan dari dominasi, melainkan dari kemampuan bertahan ketika peluang meraih kemenangan tampak semakin kecil.
Drama dimulai ketika pertandingan berjalan kurang dari setengah jam. Phil Foden menjadi pusat perhatian setelah terlibat insiden dengan kapten Manchester United, Bruno Fernandes.
Foden sebelumnya mendapatkan perlakuan keras ketika berada di sisi lapangan. Ia terjatuh setelah mendapat kontak dari pemain United dan kemudian menerima tendangan kecil dari Fernandes saat berada di posisi bawah.
Reaksi emosional Foden menjadi bumerang ketika ia membalas dengan mengayunkan kaki yang mengenai area tubuh Fernandes.
Wasit Michael Oliver tidak ragu mengeluarkan kartu merah langsung. Keputusan tersebut kemudian dikonfirmasi melalui VAR yang menilai tindakan Foden layak mendapatkan hukuman berat.
Bagi Manchester City, kehilangan Foden menjadi pukulan besar. Pemain yang menjadi salah satu kreator utama serangan mereka harus meninggalkan lapangan ketika pertandingan masih menyisakan waktu panjang.
Namun, situasi tersebut justru mengubah pertandingan menjadi pertarungan mental. Manchester United yang unggul jumlah pemain mulai mengambil kendali permainan, sementara City memilih bertahan dan mencari celah melalui serangan balik.
Fernandes menjadi sasaran kritik pendukung City sepanjang laga karena dianggap menjadi pemicu insiden tersebut. Namun, United gagal memanfaatkan keuntungan jumlah pemain secara maksimal.
Sebelum kartu merah Foden terjadi, pertandingan berlangsung keras namun minim peluang. Kedua tim lebih banyak bertarung dalam perebutan bola dibanding menciptakan ancaman nyata di depan gawang.
Manchester City tampil lebih agresif secara fisik. Elliot Anderson menjadi salah satu pemain yang menonjol dengan kerja kerasnya memutus aliran serangan United. Ia beberapa kali hadir di posisi penting untuk menutup ruang dan membantu lini pertahanan.
Manchester United sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas. Marcus Rashford hampir membuka keunggulan melalui tendangan bebas menjelang akhir babak pertama. Bola melengkung melewati pagar betis City, tetapi hanya membentur tiang gawang Gianluigi Donnarumma.
Haaland Kembali Menjadi Pembeda
>> Baca Selanjutnya
Striker Erling Haaland mencetak gol kemenangan bagi Man City yang bermain dengan 10 pemain saat melawan Man Utd di Old Trafford, Minggu (13/9/2026) malam. (Screenshot The Sun)





_2-300x200.webp)


