
Anggota band OASIS Noel Gallagher merayakan kemenangan yang diraih dengan susah payah oleh Cityzens di kandang rival berat mereka, Man United. (Screenshot The Sun)
Memasuki babak kedua, pelatih City melakukan perubahan dengan memasukkan Iliman Ndiaye menggantikan Rayan Cherki. Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam perubahan permainan.
Ndiaye memberikan energi baru dalam serangan City. Kehadirannya membuat lini belakang United harus lebih berhati-hati karena ancaman serangan balik semakin terbuka.
Namun, United terus menekan. Kobbie Mainoo hampir mencetak gol melalui tendangan jarak jauh yang kembali membentur tiang gawang. Marcus Rashford juga mendapat ruang tembak, tetapi upayanya masih melebar setelah bola mengalami perubahan arah.
Dalam kondisi City terlihat semakin terdesak, justru mereka yang berhasil mencetak gol. Gol itu terjadi melalui Haaland, pemain yang memang dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam memanfaatkan sedikit peluang menjadi gol.
Awalnya, gol tersebut sempat dianulir karena hakim garis mengangkat bendera tanda offside. Namun, pemeriksaan VAR mengubah keputusan tersebut.
Teknologi semi-otomatis menunjukkan posisi Haaland masih berada dalam kondisi onside karena ujung kaki Patrick Dorgu menjadi pemain terakhir yang menjaga garis pertahanan.
Sementara itu, Enzo Fernandez yang terlibat dalam proses serangan dinilai tidak melakukan sentuhan terhadap bola dan tidak mengganggu pemain bertahan United. Setelah pemeriksaan panjang, gol akhirnya disahkan.
Haaland kembali menunjukkan nalurinya sebagai pencetak gol utama City. Sundulan dan penyelesaian di tiang jauh menjadi gol keempatnya dalam empat pertandingan Premier League musim ini.
Bagi Manchester United, gol tersebut menjadi pukulan telak. Mereka menguasai permainan dan menghadapi lawan dengan sepuluh pemain, tetapi justru tertinggal.
United berusaha mengejar hingga menit akhir. Benjamin Sesko masuk untuk menambah daya gedor, sementara Bruno Fernandes dan Bryan Mbeumo terus mencari celah di pertahanan City.
Namun, Donnarumma tampil sebagai penyelamat terakhir. Kiper asal Italia itu melakukan penyelamatan penting terhadap peluang Mbeumo pada masa tambahan waktu dan memastikan tiga poin tetap dibawa pulang City.
Untuk Manchester United dan Michael Carrick, kekalahan tersebut menjadi kenyataan pahit. Sembilan bulan setelah kemenangan derby yang mengawali era kepemimpinannya, United kini kembali tertinggal dari rival sekota mereka.
Dengan hasil tersebut, Manchester United semakin jauh dari City dalam persaingan awal musim. Sebaliknya, Manchester City mendapatkan kemenangan yang bukan hanya memperbaiki posisi mereka di klasemen, tetapi juga memperkuat keyakinan bahwa mereka memiliki karakter juara.
Pertandingan ini akan dikenang bukan karena jumlah peluang atau penguasaan bola, melainkan karena keberanian bertahan dalam keadaan sulit.
City kehilangan seorang pemain, kehilangan kenyamanan permainan, tetapi tidak kehilangan keyakinan. Dan ketika pertandingan membutuhkan seorang penentu, Haaland kembali hadir seperti biasanya. (*)



-300x174.webp)



 FICS-300x166.webp)
