BANTAENG, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi kesiapsiagaan banjir bagi warga Jalan Garegea, Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini menggunakan Kartu Siaga Banjir Rumah Tangga sebagai media sosialisasi praktis bagi keluarga dan relawan.
Program tersebut membahas langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah banjir. Materi disampaikan melalui pemaparan, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pembagian kartu siaga yang disusun menyesuaikan kondisi lingkungan Kelurahan Tappanjeng.
Penanggung jawab program, Nirwan Christian Ada’ Rambulangi, mengatakan kartu siaga dirancang dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat.
Menurut dia, kartu itu tidak hanya menjadi panduan bagi keluarga, tetapi juga dapat digunakan kembali oleh relawan saat melakukan sosialisasi di lingkungan sekitar.
“Kartu ini kami susun sebagai panduan praktis bagi setiap rumah tangga agar masyarakat tidak hanya memahami risiko banjir, tetapi juga mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat,” kata Nirwan.
Warga menyambut baik kegiatan tersebut. Jalan Garegea termasuk kawasan yang kerap terdampak banjir, sehingga informasi mengenai penanganan darurat dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Farida, salah seorang peserta, mengatakan warga sering panik ketika air naik dengan cepat. Akibatnya, barang-barang rumah tangga tidak sempat diamankan dan warga kebingungan menentukan langkah pertama.
“Edukasi seperti ini memang kami butuhkan supaya kalau banjir datang lagi kami tidak terlalu panik seperti sebelumnya,” ujarnya.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan warga, kegiatan ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals poin 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan.
Mahasiswa KKN-T Unhas berharap kartu siaga tersebut dapat terus digunakan setelah program berakhir.
Mereka juga mendorong warga dan relawan memperluas sosialisasi agar setiap rumah tangga memiliki pengetahuan dasar menghadapi banjir, mengurangi kepanikan, serta meminimalkan risiko kerugian dan korban ketika bencana terjadi.
Kesiapan keluarga, menurut mereka, menjadi lapisan pertama perlindungan masyarakat ketika peringatan terlambat atau akses bantuan darurat belum langsung menjangkau lokasi terdampak. (*)
SIAGA BANJIR - Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Unhas menggelar edukasi kesiapsiagaan banjir bagi warga Jalan Garegea, Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sabtu (1/8/2026). (Dok KKN-T Unhas)








