MAKASSAR, UNHAS.TV - Hampir 1,2 miliar penduduk Bumi atau sekitar 14,46 persen dari 8,3 miliar penduduk Bumi hidup dengan gangguan mental. Data tahun 2023 itu lebih tinggi 95,5 persen sejak 1990, demikian menurut penelitian terbaru.
Peningkatan terbesar terjadi pada faktor kecemasan dan depresi, yang juga merupakan gangguan paling umum ditemukan pada tahun 2023. Di urutan ketiga adalah kategori sisa gangguan kepribadian atau trauma yang tidak disertai dengan gangguan mental atau penyalahgunaan zat lainnya.
Hasil penelitian yang dimuat di jurnal The Lancet dan terbit pada Kamis pekan lalu itu juga memuat fakta yang memprihatinkan. Terlihat bagaimana kecenderungan 12 jenis gangguan mental itu terlihat berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi, dan faktor sosiodemografis di antara 204 negara dan wilayah.
Ini menunjukkan "bahwa kita memasuki fase yang lebih mengkhawatirkan dari memburuknya beban gangguan mental secara global," demikian isi salah satu bagian dari hasil penelitian di jurnal itu.
Dr Damian Santomauro yang menjadi penulis utama penelitian itu mengaku sangat terkejut dengan temuan itu. "Ada banyak faktor yang mempengaruhi gangguan mental itu dan sangat sulit untuk diurai satu per satu," kata Santomauro yang sehari-hari merupakan dosen di Sekolah Kesehatan Masyarakat di Universitas Queensland, Australia. "Penekanan pada faktor risiko ini memerlukan kepemimpinan kolektif global."
Gangguan mental lain yang diukur adalah gangguan bipolar, skizofrenia, gangguan spektrum autisme, gangguan perhatian defisit hiperaktif (ADHD), anoreksia, bulimia, distimia, gangguan perilaku, dan disabilitas intelektual perkembangan yang tidak diketahui penyebabnya.
Distimia adalah bentuk depresi jangka panjang tetapi ringan yang juga dikenal sebagai gangguan depresi persisten. Gangguan perilaku memengaruhi anak-anak dan remaja dan melibatkan pola perilaku tidak patuh dan agresif yang konsisten.
Para peneliti menemukan peningkatan pada semua 12 gangguan, termasuk peningkatan 158% pada kecemasan dan peningkatan 131% pada depresi dibandingkan dengan tahun 1990.
Gangguan yang paling jarang terjadi adalah anoreksia, bulimia, dan skizofrenia — meskipun kondisi tersebut tidak jarang, dengan sekitar 4 juta, 14 juta, dan 26 juta kasus, masing-masing, pada tahun 2023.
Sebagian besar gangguan mental lebih umum terjadi pada perempuan, tetapi autisme, gangguan perilaku, ADHD, gangguan kepribadian, dan disabilitas intelektual yang tidak dapat dijelaskan sebenarnya lebih umum terjadi pada laki-laki.
Faktor Covid-19 juga menjadi pemicu peningkatan jumlah penderita gangguan mental meskipun sebelum pandemi itu tiba, angka penderitanya memang sudah tinggi. Gangguan saat pandemi Covid 19 lebih banyak diwarnai oleh sikap cemas dan khawatir berlebihan.(*)
GANGGUAN - Ilustrasi pria dengan gangguan mental akut. Sumber: AI @Grok








