Internasional

Inggris Tangkap 5 Terduga Penyusup Pangkalan Udara yang Digunakan AS

TANGKAP - Lima orang terduga tindakan terorisme tertangkap dekat pangkalan udara RAF Fairford di Inggris. Foto: X

UNHAS.TV - Kepolisian Inggris menangkap lima orang terduga tindakan teror di dekat pangkalan Angkatan Udara Inggris, RAF Faiford, wilayah Costwolds, Inggris. Ini adalah pangkalan militer yang digunakan oleh Amerika Serikat dan menjadi markas sementara pesawat pembom jarak jauh AS dalam perang melawan Iran.

Unit penjinak bom Angkatan Darat Inggris berada di lokasi kejadian sementara puluhan rumah di dekatnya telah dievakuasi sebagai tindakan pencegahan karena penyelidikan masih berlangsung.

Penangkapan dilakukan setelah seorang petani yang tinggal di wilayah itu menghubungi nomor darurat 999 dan mengabarkan bahwa terdapat sekelompok orang yang menggunakan penutup kelapa dan topeng. 

Saat itu ia baru saja pulang dari klub malam pada Senin dini hari dan melihat jalanan sudah ditutup oleh tiga mobil putih. Beberapa saat kemudian sekelompok orang berlarian meninggalkan kendaraan itu.

Richard Ocone, seorang detektif senior di wilayah Gloucestershire, menyebutkan bahwa identitas para pria tersebut belum diungkapkan dan belum ada petunjuk tentang kemungkinan motifnya.

Seorang perwira senior di Kepolisian Kontra Terorisme, Vicki Evans, membenarkan informasi kejadian itu. "Kami berada di tahap awal penyelidikan, dan lima pria masih ditahan. Seperti yang Anda harapkan, kami bekerja sama erat dengan mitra kami untuk memahami keadaan insiden tersebut," ujarnya sebagaimana dikutip dari CNN.

Sesuai undang-undang setempat, kepolisian Inggris punya hak menahan terduga tindakan terorisme selama 14 hari sebelum dilakukan penyidikan dan penuntutan. Presiden Amerika Serikat yang mendapatkan laporan penangkapan itu langsung memberi pujian kepada pihak Inggris. 

Trump menyebut tindakan penahanan itu sebagai hal luar biasa. "Pihak Inggris sudah bekerja sangat bagus. Kami terus berupaya melakukan banyak hal terkait hubungan baik kami dengan Inggris."

Pihak Inggris dan Amerika Serikat masih terus menyelidiki motif lima dari delapan orang yang berusaha menyusup ke pangkalan militer. Ada dugaan tindakan terkait dengan perang AS melawan Iran namun juru bicara Angkatan Udara AS menolak memberi penjelasan rinci. "Demi alasan keamanan, kami tidak akan berbicara lebih rinci mengenai keadaan pangkalan yang digunakan satuan 501st Combat Support Wing," ucapnya.(*)