Sport

Ini Alasan Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal?

RESMI PENSIUN - Cristiano Ronaldo menyatakan pensiun dari Timnas Portugal. Salah satu indikasi pensiunnya disebabkan konflik dengan Jorge Jesus yang notabene pelatih Ronaldo di klub Liga Pro Saudi, Al-Nassr. (Screenshot The Sun)

LISBON, UNHAS.TV – Cristiano Ronaldo mengakhiri perjalanan 23 tahunnya bersama tim nasional Portugal di tengah hubungan yang memburuk dengan pelatih Jorge Jesus.

Keputusan pemain berusia 41 tahun itu diumumkan pada Kamis (5/11/2026), setelah beberapa pekan terakhir diwarnai ketegangan menyusul pencoretannya dari susunan pemain utama dan keputusannya meninggalkan pemusatan latihan tim nasional.

Ronaldo tidak secara terbuka menyebut konflik dengan Jesus sebagai alasan pensiunnya. Namun, rangkaian perselisihan antara keduanya menjadi salah satu latar belakang yang menimbulkan spekulasi mengenai masa depan sang kapten.

Kontroversi itu mencapai puncaknya ketika Ronaldo meninggalkan kamp latihan Portugal pada 30 September 2026, menjelang pertandingan UEFA Nations League melawan Denmark.

Dalam pengumuman pensiunnya melalui media sosial, Ronaldo menyebut keputusan tersebut tidak mudah. Ia mengaku mempertimbangkan perasaannya setelah lebih dari dua dekade mengenakan seragam Portugal.

“Ini bukan keputusan yang mudah karena ada keputusan yang tidak hanya dibuat dengan pikiran, tetapi juga dengan hati,” kata Ronaldo.

Ia juga mengenang perjalanan panjangnya bersama tim nasional dan menyampaikan terima kasih kepada keluarga, masyarakat Portugal, rekan setim, pelatih, serta seluruh staf yang pernah bekerja bersamanya.

“Jika saya pernah membuat kalian bahagia, jika salah satu gol saya pernah membuat seseorang memeluk orang lain, melupakan kekhawatiran, atau merasa bangga terhadap negara kita, maka semua itu sepadan,” ujarnya.

Ketegangan Ronaldo dan Jesus bermula menjelang pertandingan Portugal melawan Denmark pada 30 September.

Sebelumnya, Ronaldo tidak dimainkan ketika Portugal mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 pada 27 September. Padahal, ia tidak mengalami cedera maupun menjalani hukuman larangan bermain.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena Ronaldo sebelumnya masih tampil ketika Portugal mengalahkan Wales 1-0 pada 24 September. Ia bahkan mengenakan ban kapten dalam pertandingan tersebut.

Keputusan mencadangkan Ronaldo saat menghadapi Norwegia menjadi kejadian yang tidak biasa. Terakhir kali ia tidak tampil bersama Portugal tanpa alasan cedera atau skorsing terjadi pada November 2024.

Kontroversi semakin besar setelah Jesus menggelar konferensi pers menjelang pertandingan melawan Denmark.

Pelatih tersebut mengonfirmasi bahwa Ronaldo kembali tidak masuk dalam rencana susunan pemain utama. Artinya, penyerang itu akan melewatkan dua pertandingan Nations League secara beruntun.

Tidak lama setelah konferensi pers tersebut, Ronaldo memutuskan meninggalkan pemusatan latihan Portugal di Kopenhagen. Ia mengonfirmasi keputusannya melalui unggahan Instagram setelah berbicara dengan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal.

Keputusan itu mengejutkan karena Ronaldo sebelumnya dijadwalkan mengikuti sesi latihan bersama rekan-rekannya di Stadion Parken. Kepergiannya kemudian memunculkan pertanyaan mengenai hubungan profesional antara dirinya dan Jesus.

Ronaldo Tuding Jesus Ingkari Kesepakatan

Enam hari setelah meninggalkan kamp latihan, Ronaldo memberikan penjelasan panjang mengenai perselisihannya dengan Jesus. Ia menuding sang pelatih dua kali mengingkari kesepakatan yang sebelumnya mereka buat.

Menurut Ronaldo, pencadangan dirinya dalam pertandingan melawan Norwegia dan Denmark awalnya merupakan bagian dari kesepakatan untuk mengatur kondisi kebugarannya.

Namun, ia mengaku Jesus sempat menyampaikan bahwa dirinya akan mendapatkan kesempatan bermain selama 30 menit ketika menghadapi Norwegia.

Ronaldo mengatakan telah melakukan pemanasan sejak babak kedua. Namun, hingga pertandingan berakhir, Jesus tidak memanggilnya untuk masuk ke lapangan.

“Semua orang tahu apa yang terjadi setelah itu. Saya melakukan pemanasan sejak jeda babak pertama, menyaksikan waktu terus berjalan, tetapi tidak pernah dipanggil. Pelatih telah mengingkari janjinya kepada saya,” kata Ronaldo.

Ia juga mengungkapkan adanya pembicaraan lanjutan dengan Jesus setelah pertandingan tersebut. Dalam pembicaraan itu, Ronaldo mengaku tidak meminta pelatih meminta maaf secara terbuka.

Namun, ia berharap penjelasan Jesus kepada publik sesuai dengan kesepakatan yang telah mereka bicarakan secara pribadi.

Ronaldo menilai pernyataan Jesus di depan media justru berbeda dari pembicaraan mereka sebelumnya. Ia menganggap hal tersebut sebagai pengingkaran janji untuk kedua kalinya.

“Saya memutuskan meninggalkan pemusatan latihan tanpa menunggu janji lain yang mungkin kembali tidak ditepati,” ujarnya.

Pernyataan Ronaldo memperlihatkan bahwa persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesempatan bermain. Kepercayaan terhadap komunikasi dan kesepakatan dengan pelatih juga menjadi bagian dari perselisihan mereka.

Meski hubungan keduanya memburuk, Jesus sebelumnya menyatakan Ronaldo tetap memiliki kesempatan kembali ke tim nasional. Pelatih yang pernah menangani Ronaldo di klub Arab Saudi, Al-Nassr, itu mengatakan keputusan berada sepenuhnya di tangan sang pemain.

“Jika dia menginginkannya, dia akan kembali ke tim nasional. Kami bisa berbicara sebelum pemanggilan berikutnya, tetapi Cris yang akan menentukan,” kata Jesus.

Jesus juga menegaskan bahwa Ronaldo tetap dibutuhkan oleh tim, baik ketika bermain maupun tidak mendapatkan kesempatan tampil. Menurutnya, sang kapten berhak menentukan bagaimana mengakhiri perjalanan bersama Portugal.

Pernyataan tersebut sempat membuka kemungkinan Ronaldo kembali memperkuat negaranya. Namun, pengumuman pensiun pada 5 November menutup peluang tersebut dan mengakhiri spekulasi mengenai kelanjutan karier internasionalnya.

Piala Dunia 2026 Jadi Penampilan Terakhir

Sebelum mengumumkan pensiun, Ronaldo juga telah memberikan sinyal bahwa Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi turnamen terakhirnya bersama Portugal.

Dalam kompetisi tersebut, ia mencetak tiga gol dan menjadi pemain pertama yang tampil sekaligus mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun.

Namun, perjalanan Portugal terhenti pada babak 16 besar. Setelah tersingkir, Ronaldo mengungkapkan kesedihannya karena gagal melanjutkan langkah di turnamen tersebut.

“Saya sedih meninggalkan Piala Dunia dengan cara seperti ini. Saya sudah memberikan segalanya dan melakukan yang terbaik. Saya meninggalkan turnamen dengan hati nurani yang bersih. Ini memang Piala Dunia terakhir saya,” katanya.

Pernyataan itu memperkuat indikasi bahwa Ronaldo mulai mempersiapkan akhir perjalanan internasionalnya.

Usianya yang telah mencapai 41 tahun, kegagalan Portugal melangkah lebih jauh di Piala Dunia, serta ketegangan dengan pelatih menjadi rangkaian peristiwa yang mengiringi keputusan tersebut.

Sepanjang membela Portugal, Ronaldo mencatatkan 234 penampilan dan 146 gol. Ia menjadi pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional putra.

Ia juga mengantarkan Portugal meraih gelar Piala Eropa 2016 serta UEFA Nations League pada 2019 dan 2025.

Meski meninggalkan tim nasional, Ronaldo belum mengakhiri karier profesionalnya. Ia masih memperkuat Al-Nassr di Arab Saudi dan mengejar target mencetak 1.000 gol sepanjang kariernya.

Dengan pengumuman pengunduran diri tersebut, Ronaldo menutup salah satu perjalanan internasional paling produktif dalam sejarah sepak bola.

Konflik dengan Jesus menjadi sorotan menjelang keputusannya, tetapi sang pemain memilih mengakhiri pengabdiannya tanpa secara resmi menyebut perselisihan itu sebagai alasan utama pensiun. (*)