MAKASSAR, UNHAS.TV - Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Selain sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, Ramadan juga identik dengan kebiasaan berbuka puasa bersama dan hidangan khas yang disajikan di meja makan.
Setiap tentu orang memiliki menu favorit saat berbuka dan sahur, termasuk para pimpinan Universitas Hasanuddin. Dari makanan berkuah hingga jajanan khas Makassar, masing-masing memiliki selera yang unik dalam menikmati waktu berbuka dan sahur.
Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc tidak memiliki makanan khusus saat berbuka maupun sahur. Baginya, yang terpenting adalah menyukuri apa yang tersedia di meja makan.
Hal terpenting saat berbuka puasa, kata Prof Jamaluddin, bukan terletak pada jenis makanannya, melainkan pada rasa syukur atas rezeki yang diberikan.
"Saya memakan apapun yang tersedia di meja makan. Menyukuri apapun yang disajikan," kata Prof Jamaluddin.
Berbeda dengan Rektor Unhas, Wakil Rektor IV bidang Kemitraan, Inovasi, Bisnis, dan Kewirausahaan Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST MPhil memiliki kebiasaan yang tak bisa dilewatkan setiap Ramadan. Ia selalu menyediakan jalangkote sebagai salah satu hidangan wajib saat berbuka puasa.
"Buka puasa rasanya kurang lengkap tanpa jalangkote. Ini sudah menjadi kebiasaan setiap Ramadan," kata Prof Adi Maulana.
Adapun Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Alumni, dan Sistem Informasi Prof Dr Farida Patittingi SH MHum memiliki preferensi berbeda. Ia lebih menyukai makanan berkuah, baik untuk takjil maupun makanan utama.
Menurutnya, makanan berkuah lebih mudah dicerna setelah seharian berpuasa. Takjil favoritnya adalah es buah, sementara menu makan malamnya sering kali terdiri dari sup dan nasi.
Pada sisi lain Sekretaris Universitas Hasanuddin Prof Ir Sumbangan Baja MPhill PhD tidak bisa melewatkan kurma saat berbuka. Bagi Prof Sumbangan, berbuka dengan yang manis-manis, terutama kurma, sudah menjadi kebiasaan yang dijalankan sejak lama.
"Selain menambah energi, kurma juga dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan. Ini kebiasaan yang sudah lama," kata Prof Sumbangan Baja.(*)