Mahasiswa

Inovasi Pojok Bahasa Arab Kreatif Berbasis Edukasi Lingkungan di MTs DDI Amparita

Mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 115 bersama siswa MTs DDI Amparita menunjukkan hasil pengumpulan limbah plastik yang akan diolah menjadi ecobrick dalam rangka pengembangan Pojok Bahasa Arab Kreatif berbasis edukasi lingkungan, sebagai upaya integratif memperkuat literasi bahasa Arab sekaligus menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini di Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang. Mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 115 bersama siswa MTs DDI Amparita menunjukkan hasil pengumpulan limbah plastik yang akan diolah menjadi ecobrick dalam rangka pengembangan Pojok Bahasa Arab Kreatif berbasis edukasi lingkungan, sebagai upaya integratif memperkuat literasi bahasa Arab sekaligus menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini di Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang.

SIDENRENG RAPPANG, UNHAS.TV — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin Gelombang 115 menghadirkan inovasi pembelajaran melalui program Pojok Bahasa Arab Kreatif berbasis edukasi lingkungan di MTs DDI Amparita, Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, sebagai upaya menyinergikan penguatan literasi bahasa dengan kepedulian ekologis di lingkungan sekolah.

Program yang diinisiasi Muqrimah, mahasiswa Program Studi Sastra Arab Universitas Hasanuddin, dimulai pada 10 Januari 2026 dengan tahap pengenalan konsep, observasi ruang, serta sosialisasi fungsi pojok bahasa kepada pihak sekolah dan siswa sebagai pengguna utama fasilitas pembelajaran tersebut.

Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an dan salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki peran strategis dalam pengembangan intelektual dan spiritual, karena selain membuka akses terhadap khazanah keilmuan klasik dan modern dunia Islam, bahasa ini juga memperluas cakrawala komunikasi global yang digunakan oleh lebih dari 400 juta penutur di berbagai belahan dunia.

Dalam konteks pendidikan nasional, penguatan literasi bahasa asing, termasuk bahasa Arab, menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang menekankan pentingnya pendidikan inklusif, berkeadilan, dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat.

Keunikan program ini terletak pada integrasi pembelajaran bahasa Arab dengan edukasi lingkungan melalui kegiatan pembuatan ecobrick yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 13 dan 14 Januari 2026, dengan melibatkan siswa secara aktif dalam pengumpulan dan pengolahan limbah plastik menjadi media fungsional dan dekoratif.

Mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 115 bersama siswa MTs DDI Amparita mempraktikkan pembuatan ecobrick dari limbah plastik sebagai bagian dari inovasi Pojok Bahasa Arab Kreatif berbasis edukasi lingkungan, yang memadukan penguatan literasi bahasa Arab dengan penanaman kesadaran ekologis sejak dini di lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 115 bersama siswa MTs DDI Amparita mempraktikkan pembuatan ecobrick dari limbah plastik sebagai bagian dari inovasi Pojok Bahasa Arab Kreatif berbasis edukasi lingkungan, yang memadukan penguatan literasi bahasa Arab dengan penanaman kesadaran ekologis sejak dini di lingkungan sekolah.


Kegiatan tersebut dilatarbelakangi hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih ditemukannya persoalan sampah plastik di sekitar permukiman warga Kelurahan Amparita, sehingga pendekatan edukatif berbasis praktik langsung dipandang efektif untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak usia madrasah.

Ecobrick yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai pembatas sekaligus elemen dekoratif di area pojok baca bahasa Arab, sehingga tidak hanya memperindah ruang belajar, tetapi juga menghadirkan pesan simbolik bahwa ilmu pengetahuan dan tanggung jawab lingkungan dapat berjalan beriringan.

Secara ilmiah, pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat karakter peduli lingkungan, serta mendorong pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi akademik dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Ilham Syarif S, S.Pt., M.Si., selaku Dosen Pendamping Kegiatan, mengapresiasi inovasi tersebut dan menegaskan bahwa seluruh program KKN disusun berdasarkan hasil observasi langsung terhadap kebutuhan riil masyarakat, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Pojok Bahasa Arab Kreatif dilengkapi papan mufrodat yang memuat kosakata dan ungkapan sehari-hari yang diperbarui secara berkala, rak buku bacaan alternatif, serta hiasan visual edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan minat belajar secara mandiri di luar jam pelajaran formal.

Ruang khusus yang disediakan memungkinkan siswa mengakses pojok tersebut kapan saja, baik saat istirahat maupun setelah kegiatan belajar mengajar, sehingga menciptakan atmosfer literasi yang hidup, partisipatif, dan menyenangkan.

Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 115 berupaya menghadirkan model pendidikan yang tidak hanya memperkaya kecakapan linguistik siswa, tetapi juga membangun kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi kehidupan yang lebih sehat, berkelanjutan, serta bermakna secara material dan spiritual bagi generasi masa depan. (*)