MAKASSAR, UNHAS.TV - Subdirektorat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat langkah pencegahan untuk meminimalisasi risiko pohon tumbang di lingkungan kampus.
Hal itu dilakukan menyusul insiden pohon tumbang yang menimpa sebuah mobil jenis city car di kawasan Pintu 2 Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar.
Kepala Subdirektorat K3 Unhas, Prof Dr Lalu Muhammad Saleh SKM MKes, mengatakan fenomena pohon tumbang saat cuaca ekstrem merupakan risiko yang harus dihadapi mengingat banyak pohon di lingkungan kampus telah berusia tua.
“Fenomena pohon rawan tumbang saat cuaca ekstrem adalah salah satu risiko di kampus kita, karena memang banyak pohon yang sudah mulai menua,” ujar Prof Lalu saat ditemui di ruangannya, pada Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, K3 Unhas telah melakukan sejumlah langkah preventif sejak lama, salah satunya dengan memberi tanda atau kode silang pada pohon-pohon yang dinilai berisiko dan membutuhkan perhatian khusus, termasuk yang direkomendasikan untuk ditebang.
Selain itu, K3 Unhas secara rutin melakukan topping atau pemangkasan dahan dan ranting pohon yang terlalu lebat, guna mengurangi beban dan mencegah tumbang. Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan tim rumah tangga Unhas.
“Topping ini dilakukan hampir setiap hari untuk memastikan berat ranting dan dahan bisa diminimalkan. Fakultas-fakultas yang konsisten melakukan hal ini. Alhamdulillah kejadian pohon tumbang jauh menurun,” katanya.
Prof Lalu menambahkan, upaya pencegahan juga dilakukan melalui edukasi berkelanjutan kepada civitas akademika.

Kepala Subdirektorat K3 Unhas, Prof Dr Lalu Muhammad Saleh SKM MKes. (unhas tv/moh resha maharam)
Edukasi tersebut disampaikan melalui media sosial dan situs resmi K3 Unhas, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), orientasi mahasiswa baru, hingga pelatihan dasar (latsar) bagi pegawai.
“Pohon rawan tumbang adalah isu serius K3 yang terus kami sampaikan, baik kepada mahasiswa maupun pegawai,” ujarnya.
Penerapan Skema Asuransi
Prof Lalu menyebutkan, pihaknya juga tengah mendorong penerapan skema asuransi untuk mengantisipasi kerugian akibat insiden pohon tumbang di lingkungan kampus, khususnya yang menimpa kendaraan.
“Kami sedang memperjuangkan adanya asuransi terkait risiko pohon tumbang. Jika mobil civitas academica terkena pohon, setidaknya ada jaminan sehingga mereka merasa lebih tenang,” jelasnya.
Saat ini, jaminan kecelakaan kerja bagi dosen dan tenaga kependidikan telah tercakup melalui BPJS Ketenagakerjaan, sementara mahasiswa yang mengikuti kegiatan resmi seperti KKN juga telah difasilitasi perlindungan asuransi.
Sebagai langkah jangka panjang, Prof Lalu menekankan pentingnya optimalisasi peran Kelompok Kerja (Pokja) Pohon Unhas yang dikoordinasikan bersama Fakultas Kehutanan.
Pokja ini diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kondisi pohon secara berkala, menentukan pohon yang layak ditebang, serta merencanakan regenerasi pohon.
“Kita ingin tetap menjadi hutan kota, tapi di sisi lain keselamatan harus menjadi prioritas. Regenerasi pohon yang sudah tua harus segera dilakukan,” pungkasnya.
(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
Petugas Unhas sigap memotong batang pohon yang tumbang di parkiran unhas, beberapa waktu lalu. Meminimalisir kejadian pohon tumbang saat musim hujan, K3 Unhas mengurangi dahan pohon yang rawan patah. (dok identitas unhas)




-300x169.webp)


