MILAN, UNHAS.TV — Kekalahan tipis menimpa Inter Milan saat menghadapi rival sekota AC Milan dalam laga panas Derby della Madonnina di San Siro Stadium, Minggu (8/3/2026) malam.
Inter harus mengakui keunggulan Milan 0–1 setelah gol tunggal yang dicetak Pervis Estupiñán, sepuluh menit sebelum turun minum.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, menilai performa timnya berada di bawah standar yang diharapkan. Menurut dia, tempo permainan yang lambat pada babak pertama menjadi salah satu faktor utama yang membuat timnya kesulitan mengendalikan pertandingan.
“Kami tampil di bawah standar pada babak pertama dengan tempo yang terlalu lambat. Kami kemudian kebobolan dan itu menjadi pukulan bagi tim,” ujar Chivu kepada media seusai pertandingan.
Gol Estupiñán menjadi satu-satunya pembeda dalam laga tersebut. Bek sayap Milan itu memanfaatkan peluang dengan penyelesaian akurat yang tak mampu dihentikan lini pertahanan Inter. Keunggulan itu kemudian dipertahankan Milan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan tersebut membuat jarak Inter di puncak klasemen Serie A terpangkas menjadi tujuh poin. Meski masih memimpin klasemen, persaingan menuju gelar juara kini semakin ketat.
Hasil itu juga mengakhiri catatan tak terkalahkan Inter di liga yang bertahan sejak November tahun lalu. Dalam periode tersebut, Inter sempat mencatat sejumlah kemenangan penting yang memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen.
Bagi Inter, ini menjadi kekalahan tandang pertama di liga sejak mereka tumbang 1–3 dari Napoli pada Oktober 2025. Catatan positif itu sebelumnya menjadi dasar Chivu dalam membela timnya ketika performa Inter sempat menuai kritik dalam beberapa pertandingan terakhir.
Namun belakangan Inter mengalami periode yang cukup berat. Pada pertengahan pekan lalu, mereka hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Como pada semifinal Coppa Italia.
Sebelumnya, Inter juga tersingkir secara mengejutkan dari babak play-off UEFA Champions League setelah kalah dari klub Norwegia Bodo/Glimt.
Chivu mengakui timnya sebenarnya sempat menciptakan beberapa peluang penting. Henrikh Mkhitaryan memaksa kiper Milan Mike Maignan melakukan penyelamatan penting.
Sementara itu, bek sayap Federico Dimarco membuang peluang emas pada awal babak kedua ketika tembakannya dari jarak dekat melambung di atas mistar.
Inter bahkan sempat merasa menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu. Gol yang tercipta dari situasi sepak pojok akhirnya dianulir setelah wasit menilai terjadi pelanggaran terhadap Carlos Augusto sebelum bola dikirim ke kotak penalti.
Data pertandingan menunjukkan Inter sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan wilayah permainan. Inter mencatatkan nilai expected goals sebesar 1,24 dari 11 percobaan tembakan.
Sementara Milan menghasilkan nilai 0,77 dari sembilan percobaan. Namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi faktor yang menentukan kemenangan Milan.
Chivu juga menyoroti performa lini depan timnya yang diisi pemain muda. Meski belum tampil maksimal, ia menilai pengalaman dalam laga besar seperti derby tetap penting bagi perkembangan mereka.
“Para penyerang kami masih muda dan belum melakukan apa yang biasanya kami harapkan. Tetapi ini bukan alasan. Pengalaman seperti ini tetap penting bagi mereka,” ujar Chivu.
Menjelang akhir pertandingan, Inter juga sempat mengajukan protes penalti ketika sundulan Denzel Dumfries mengenai lengan Samuele Ricci di area penalti. Namun wasit menilai posisi tangan Ricci masih dalam posisi alami dan keputusan itu diperkuat oleh tinjauan VAR.
“Saya diberi tahu bahwa VAR sudah memeriksanya, jadi saya tidak menambahkan apa-apa lagi. Saya lebih fokus pada performa tim dan keputusan yang kami ambil di lapangan,” kata Chivu.
Meski mengalami kekalahan dalam derby, Inter masih memegang keunggulan di puncak klasemen Serie A. Namun dengan sepuluh pertandingan tersisa musim ini, tekanan semakin besar bagi Chivu dan anak asuhnya untuk segera bangkit dan mempertahankan peluang meraih gelar juara liga. (*)
GOL TUNGGAL - Gelandang Pervis Estupiñán mencetak gol tunggal kemenangan AC Milan atas Inter Milan dalam laga derby Della Madonnina, Minggu (8/3/2026) malam. (offisial IG ac milan)








