MAKASSAR, UNHAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump setuju untuk mengajukan rencana gencatan senjata selama dua pekan untuk mengurangi ketegangan di kawasan Asia Barat tetapi dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz.
Adapun pihak Iran melalui Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan pihaknya akan mengakhiri perang hanya jika semua serangan yang ditujukan ke Iran dihentikan.
Israel dikabarkan akan mendukung keputusan Trump untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan tetapi tidak boleh mengikut sertakan perang di Lebanon. Terhadap tuntutan Israel, Pakistan dan Iran sepakat dengan tegas menolak dan memaksakan agar Lebanon tetap dilibatkan sebagai bagian dari syarat gencatan senjata itu.
Pihak Pakistan yang maju sebagai penengah akan memanggil tiga pihak yakni Israel, Iran, dan Amerika Serikat untuk berunding di Islamabad, Pakistan, pada Jumat pekan ini.
Namun, sejumlah pihak masih meragukan kemampuan Pakistan untuk mempertemukan tiga pihak tersebut karena kurangnya saling percaya di antara mereka. Ada kemungkinan, perundingan di Pakistan akan batal.
Perundingan baru akan memuaskan tiga pihak jika sepuluh tuntutan Iran akan dipenuhi oleh Amerika Serikat dan Iran membuka Selat Hormuz sesuai tuntutan Trump. Hasil ini membawa dampak psikologis antara Iran dan Amerika Serikat bahwa keduanya masing-masing bisa mengklaim telah memenangkan peperangan itu.
Kabar baiknya adalah, setelah muncul narasi akan terjadi gencatan senjata, harga minyak mentah dunia perlaha-lahan mulai menurun dan diperkirakan akan sampai di bawah 100 dollar AS per barel.(*)








