SINJAI, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin menyusun Buku Sejarah Singkat dan Situs Bersejarah Desa Lamatti Riawang sebagai bagian dari program pelestarian sejarah dan budaya lokal di Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai.
Program kerja individu tersebut mendokumentasikan perjalanan sejarah Desa Lamatti Riawang serta sejumlah situs yang dinilai memiliki nilai historis bagi masyarakat setempat.
Buku itu disusun agar informasi mengenai sejarah desa tidak hilang dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Penyusunan buku dimulai dengan pengumpulan data dari sejumlah sumber, antara lain buku, jurnal, arsip, dan dokumen resmi.
.webp)
SEJARAH DESA - Mahasiswa KKN Unhas menyusun buku sejarah Desa Lamatti Riawang, Bulupoddo, Sinjai, untuk melestarikan warisan budaya lokal. Buku disusun melalui riset, observasi situs, dokumentasi, lalu diserahkan kepada pemerintah desa setempat. (Dok KKN Unhas)
Mahasiswa KKN juga melakukan observasi langsung ke sejumlah lokasi bersejarah untuk memperoleh informasi tambahan dan dokumentasi visual.
Data tersebut kemudian disusun dalam format yang lebih ringkas dan mudah dipahami. Buku memuat sejarah terbentuknya Desa Lamatti Riawang, asal-usul nama desa, proses pemekaran wilayah, hingga perkembangan pemerintahan desa dari masa ke masa.
Selain sejarah pemerintahan, buku mengulas sejumlah situs yang menjadi bagian dari identitas lokal. Di antaranya Makam Bosying Tellupoloe atau To Barani Jerrung serta Batu Pelantikan di Jerrung.
Setiap situs dilengkapi penjelasan mengenai latar belakang sejarah, nilai budaya, kondisi terkini, serta upaya pelestarian yang dapat dilakukan.
Dokumentasi tersebut diharapkan membantu masyarakat memahami posisi situs bersejarah dalam perjalanan Desa Lamatti Riawang.
Hasil program diterbitkan dalam dua format, yakni buku cetak dan dokumen digital PDF. Keduanya kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Lamatti Riawang sebagai bahan dokumentasi dan informasi desa.
.webp)
SEJARAH DESA - Mahasiswa KKN Unhas menyusun buku sejarah Desa Lamatti Riawang, Bulupoddo, Sinjai, untuk melestarikan warisan budaya lokal. Buku disusun melalui riset, observasi situs, dokumentasi, lalu diserahkan kepada pemerintah desa setempat. (Dok KKN Unhas)
Seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pengumpulan data, observasi lapangan, penyusunan naskah, hingga penyerahan buku turut didokumentasikan.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian sejarah lokal sekaligus memperkenalkan warisan budaya Desa Lamatti Riawang kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Buku itu juga dapat menjadi referensi bagi pemerintah desa dan kecamatan dalam pengembangan informasi sejarah serta identitas budaya wilayah. (*)
SEJARAH DESA - Mahasiswa KKN Unhas menyerahkan buku sejarah Desa Lamatti Riawang, Bulupoddo, Sinjai, kepada perwakilan pemerintah desa untuk melestarikan warisan budaya lokal. Buku disusun melalui riset, observasi situs, dokumentasi, lalu diserahkan kepada pemerintah desa setempat. (Dok KKN Unhas)








