MAKASSAR, UNHAS.TV - Semangat berdakwah tak mengenal jarak. Itulah yang ditunjukkan Mohammad Fathul Ikhsan (24), peserta Program Unhas TV Mencari Dai 2026 yang datang jauh dari Banyuwangi, Jawa Timur. Ia menjadi salah satu peserta terjauh yang mengikuti ajang pencarian dai tingkat nasional tersebut.
Dalam wawancara yang berlangsung di Lounge Unhas TV, Jumat (27/2/2026), Fathul (sapaan akrabnya) menceritakan perjalanan panjangnya menuju Makassar. "Perjalanan saya kurang lebih dua hari dari Kabupaten Banyuwangi sampai ke Kota Makassar," ujarnya.
Ia memulai perjalanan dari Banyuwangi menuju Bandara Juanda menggunakan kereta api. Setelah itu, ia melanjutkan penerbangan hingga mendarat di Makassar. Meski menempuh perjalanan panjang, ia bersyukur dapat tiba dengan selamat di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Perjalanan Fathul ke Makassar bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Ia menjadikan momen safar tersebut sebagai bagian dari ikhtiar mencari ilmu. "Tantangan pertama karena ini bulan suci Ramadan. Saya niatkan perjalanan ini untuk mencari ilmu supaya mendapatkan pahala dari Allah," ungkapnya.
Selain itu, ia juga harus memastikan jadwal perjalanan tetap tepat waktu, serta memantau kondisi cuaca, mengingat musim hujan yang dapat memengaruhi jadwal penerbangan.
Tak hanya fokus pada perjalanan, Fathul juga memanfaatkan waktu selama safar untuk mempersiapkan materi. Ia mengaku telah menyiapkan tiga teks dengan tema berbeda sebagai bekal jika berhasil melaju hingga babak final.
"Persiapannya sudah jauh-jauh hari dan insya Allah akan berjuang semaksimal mungkin," tegasnya.(*)
Jarak dan Biaya Bukan Penghalang
Mengikuti kompetisi dari luar pulau tentu membutuhkan biaya dan perjuangan ekstra. Namun bagi Fathul, hal tersebut bukan alasan untuk mundur.
"Kalau secara trek memang sangat jauh dan membutuhkan biaya yang lumayan, tapi ini adalah tantangan seorang dai. Kita tidak boleh terhambat nominal atau finansial. Ketika kita ikhlas berjuang, Allah akan ganti yang lebih besar," ujarnya penuh keyakinan.
Ia juga mengaku tertarik mengikuti kompetisi ini karena nama besar Unhas. Ini menjadi kali pertama dirinya menginjakkan kaki di Kota Makassar. Ketertarikannya semakin besar ketika mengetahui salah satu figur yang terlibat dalam program tersebut adalah Ustadz Das'at Latif, penceramah yang ia kagumi.
"Ini luar biasa, Universitas Hasanuddin bisa berkolaborasi dengan Ustadz Das’at Latif. Semoga nanti saya bisa mengambil ilmu dari beliau," katanya.
Fathul mengaku, mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan sahabat. Ia selalu meminta doa restu orang tua sebelum berangkat dan berkomitmen memberikan performa terbaik di hadapan dewan juri. "Ini musabaqah skala nasional, jadi memang harus benar-benar siap lahir dan batin," ujarnya.
Terkait harapannya, Fathul menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah menimba ilmu dan pengalaman. Soal hasil kompetisi, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Allah. "Yang terpenting saya sudah ikhtiar semaksimal mungkin. Semoga saya bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan menikmati keindahan Kota Makassar serta Universitas Hasanuddin yang megah ini," tutupnya.
Kisah Moh Fathul Ikhsan menjadi bukti bahwa semangat dakwah dan pencarian ilmu mampu menembus batas geografis. Dari ujung timur Pulau Jawa hingga ke Makassar, langkahnya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi dan berjuang di panggung nasional.(*)
Achmad Ghiffary M (Unhas TV)
TERJAUH - Moh Fathul Ikhsan menjadi peserta Unhas TV Mencari Dai 2026 terjauh dari Banyuwangi, Jawa Timur. (unhas tv/ahmad giffari)








