MAKASSAR, UNHAS.TV - Masa libur akademik menghadirkan suasana berbeda di Universitas Hasanuddin (Unhas). Kegiatan mahasiswa hampit tak terlihat, kendaraan berkurang, dan area parkir tampak kosong.
Namun, bagi Anwar AR (62), petugas kebersihan Unhas di Kampus Tamalanrea, perubahan itu tidak serta-merta mengubah rutinitas kerja yang telah ia jalani bertahun-tahun.
"Kalau libur memang kelihatan sepi. Mobil parkir tidak ada, mahasiswa tidak ada. Tapi soal sampah, sebenarnya hampir sama," ujar Anwar saat ditemui di area kerjanya, Sabtu (27/12/2025).
Menurutnya, volume sampah di kampus tidak semata-mata ditentukan oleh aktivitas perkuliahan mahasiswa. Ia menilai, keberadaan aktivitas lain pihak luar kampus juga turut menyumbang sampah.
"Kalau banyak kegiatan, ya sampah banyak. Ojek, grab, itu semua bawa sampah. Jadi waktu libur, pekerjaan tidak berkurang banyak. Tetap ada, cuma tidak terlalu ramai," katanya.
Anwar menegaskan, baik kampus dalam kondisi libur maupun aktif perkuliahan, pekerjaan sebagai petugas kebersihan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada perbedaan signifikan dalam rutinitas harian.
"Ini pekerjaan rutin. Ada sampah banyak atau tidak, tetap kita kerja. Mau libur atau tidak, sama saja," ucapnya.
Selama menjalani tugas sebagai petugas kebersihan, Anwar mengaku kendala terbesar yang ia hadapi adalah pembagian wilayah kerja yang tidak merata. Ia menilai, beban kerja antarpetugas sering kali berbeda jauh, meski tuntutan penyelesaian pekerjaan tetap sama.
"Wilayah kerja itu tidak merata. Saya sapu kiri kanan, ada trotoar, panjang. Sementara ada yang cuma satu sisi saja. Ada yang satu meter kali panjang, ada yang sampai tujuh meter kali panjang," ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjut Anwar, kerap menjadi tantangan ketika pengawas menuntut hasil kerja harus tuntas tanpa melihat perbedaan luas area yang ditangani.
Meski begitu, ia mengakui bahwa saat masa libur, kebersihan kampus relatif lebih mudah dijaga karena jenis sampah, berupa plastik dan kertas cenderung berkurang.
"Kalau libur, iya, lebih mudah. Karena tidak ada mahasiswa, jadi sampah juga kurang," ujarnya.
Anwar menekankan pentingnya peran petugas kebersihan dalam menjaga wajah Kampus Unhas, baik saat libur maupun saat aktivitas akademik berlangsung normal.
"Kalau kita tidak bekerja, kampus ini kotor sekali. Mungkin rektor tidak masuk, aktivitas tetap jalan. Tapi kalau kebersihan tidak jalan, itu kotor luar biasa," tegasnya.
Baginya, kebersihan adalah elemen vital demi menjaga keindahan dan kenyamanan Kampus Merah. Saat ini, wilayah kerja Anwar mencakup area yang cukup panjang, mulai dari pintu masuk Baruga hingga pintu masuk Fakultas Kedokteran Gigi Unhas.
“Dari dalam pintu masuk Baruga sampai pintu masuk Kedokteran Gigi. Itu panjang," pungkasnya.
Di tengah sunyinya kampus saat libur, sapu Anwar dan rekan-rekannya terus bergerak, menjaga Unhas tetap bersih, rapi, dan siap menyambut kembalinya aktivitas civitas akademika.(*)
Muhammad Resha Maharam & Yuzril Reynaldy Tandi (UNHAS TV)
SEPI - Anwar, petugas kebersihan yang tetapp bertugas ketika kampus sedang sepi karena perkuliahan diliburkan.
-300x174.webp)


-300x225.webp)




